Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

Kompas.com - 18/07/2019, 11:02 WIB
Lahan parkir di fly over Jalan Arief Rachman Hakim, Depok, Kamis (18/7/2019).CYNTHIA LOVA Lahan parkir di fly over Jalan Arief Rachman Hakim, Depok, Kamis (18/7/2019).

Lahan parkir di fly over Jalan Arief Rachman Hakim, Depok, Kamis (18/7/2019).CYNTHIA LOVA Lahan parkir di fly over Jalan Arief Rachman Hakim, Depok, Kamis (18/7/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Kondisi lahan di bawah jembatan layang ( flyover) Arief Rachman Hakim di Depok, Jawa Barat, tampak beralih fungsi .

Semestinya lahan tersebut diperuntukkan sebagai lokasi ruang terbuka hijau (RTH) oleh Pemerintah Kota Depok. Namun, lahan tersebut justru beralih fungsi menjadi tempat parkir liar.


Pantauan Kompas.com pada Kamis (18/7/2019), di kawasan Arief Rachman Hakim memang terdapat sejumlah tempat parkir bagi warga Depok, mulai dari lahan warga hingga lahan pemerintah yang berada di bawah kolong flyover.

Salah satu pedagang di lokasi itu, Syahrul (67) mengatakan, rata-rata yang parkir di kawasan itu adalah warga Depok yang naik commuterline dari Stasiun Depok Baru menuju Jakarta.

"Iya, mereka lebih suka parkir di sini karena kan dekat. Kalau parkir di dalam stasiun Depok Baru mahal, kan per jamnya Rp 2.000. Bayangin aja dia parkir 8 jam, bisa kena Rp 16.000," ujar Syahrul di Jalan Arif Rachman Hakim, Depok, Kamis.

Baca juga: Pengamat: Jangan Cuma Tindakan dan Denda, Pemkot Depok Harus Sediakan Kantong Parkir

Syahrul mengatakan, tarif parkir di bawah kolong flyover adalah Rp 5.000 yang berlaku dari pagi hingga pukul 23.00 WIB. Namun, apabila satu malam diparkir, maka pemilik motor akan dikenakan biaya Rp 12.000.

"Mereka yang parkir di bawah kolong flyover yang sudah enggak kebagian tempat parkir di lahan milik pribadi warga," kata Syahrul.

Ia bercerita, pada 2008 lalu lahan parkir bawah flyover ini adalah taman.

Namun, lanjut Syahrul, seiring berjalannya waktu, tanaman di lahan itu mati lantaran jarang disiram.

"Nah ya sudah akhirnya karena mungkin pemerintah kekurangan orang kali ya, jadinya kurang diperhatikan dan akhirnya jadi kayak sekarang lahan parkirnya beralih fungsi," kata Syahrul.

Meski demikian, ia tak tahu menahu parkiran tersebut siapa yang mengelola hingga saat ini.

"Saya tidak tahu siapa  yang mengelola, soalnya beda-beda. Katanya sih warga-warga sekitar yang jualan," tutur Syahrul.

Baca juga: Polemik Parkir Kendaraan di Depok, dari Berbayar hingga Denda Rp 20 Juta

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Penggabungan Bekasi ke Jakarta Dinilai Memenuhi Aturan

Penggabungan Bekasi ke Jakarta Dinilai Memenuhi Aturan

Megapolitan
Warga Tebet Bersyukur Reklamasi Bantaran Kali Ciliwung Berkurang

Warga Tebet Bersyukur Reklamasi Bantaran Kali Ciliwung Berkurang

Megapolitan
Normalisasi Sungai, DKI Siapkan Rp 600 Miliar untuk Bebaskan Lahan

Normalisasi Sungai, DKI Siapkan Rp 600 Miliar untuk Bebaskan Lahan

Megapolitan
Warga Papua di Jakarta Diimbau Tak Terprovokasi Informasi di Medsos

Warga Papua di Jakarta Diimbau Tak Terprovokasi Informasi di Medsos

Megapolitan
Ombudsman Duga Ada Pungli pada Kasus Pemutusan Listrik di Apartemen Mediterania

Ombudsman Duga Ada Pungli pada Kasus Pemutusan Listrik di Apartemen Mediterania

Megapolitan
Jakarta Barat Dinilai sebagai Surga Narkoba, Polres Jakbar Ubah Strategi Buru Bandar dan Produsen Narkoba

Jakarta Barat Dinilai sebagai Surga Narkoba, Polres Jakbar Ubah Strategi Buru Bandar dan Produsen Narkoba

Megapolitan
MA Batalkan Kebijakan DKI Tutup Jalan demi Tempat Berdagang PKL

MA Batalkan Kebijakan DKI Tutup Jalan demi Tempat Berdagang PKL

Megapolitan
Bekasi Akan Diuntungkan secara Keuangan apabila Gabung DKI

Bekasi Akan Diuntungkan secara Keuangan apabila Gabung DKI

Megapolitan
Sekda Tangsel Muhamad Bantah Mulai Blusukan untuk Pilkada 2020

Sekda Tangsel Muhamad Bantah Mulai Blusukan untuk Pilkada 2020

Megapolitan
25 Hari Listrik dan Air di Apartemen Mediterania Dimatikan, Ini Masalahnya...

25 Hari Listrik dan Air di Apartemen Mediterania Dimatikan, Ini Masalahnya...

Megapolitan
Wali Kota Pepen Disarankan Bikin Referendum Berkait Wacana Bekasi Gabung Jakarta

Wali Kota Pepen Disarankan Bikin Referendum Berkait Wacana Bekasi Gabung Jakarta

Megapolitan
Kala Pelanggan Setia Mengenang Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki

Kala Pelanggan Setia Mengenang Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki

Megapolitan
Pengemudi Taksi Online Unjuk Rasa di Balai Kota Tuntut Pengecualian Ganjil Genap

Pengemudi Taksi Online Unjuk Rasa di Balai Kota Tuntut Pengecualian Ganjil Genap

Megapolitan
Dituduh Ganggu Ketertiban Umum, Ustaz Abdul Somad Dilaporkan ke Polisi

Dituduh Ganggu Ketertiban Umum, Ustaz Abdul Somad Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Ini Kondisi Bantaran Kali Ciliwung Pasca Pembongkaran Tanah Reklamasi...

Ini Kondisi Bantaran Kali Ciliwung Pasca Pembongkaran Tanah Reklamasi...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X