Sampah Luar Negeri Ditemukan di Dekat TPA Burangkeng Bekasi

Kompas.com - 31/07/2019, 11:48 WIB
Sampah asing di dekat TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi. Vitorio MantaleanSampah asing di dekat TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi.

BEKASI, KOMPAS.com - Sejumlah kemasan sampah luar negeri ditemukan di antara serakan sampah plastik dan kertas di lahan dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Rabu (31/7/2019).

Berdasarkan pengamatan Kompas.com pada Rabu pagi, sampah-sampah luar negeri tersebut kebanyakan berupa kemasan makanan.

Ada kemasan buah-buahan kering dari Selandia Baru, makanan ringan dari Kanada, dan olahan rumput laut dari Korea Selatan.

Pagi ini, belum ada pemulung yang terlihat mengais sampah-sampah impor itu.

Lahan tempat pembuangan sampah-sampah luar negeri ini terpaut sekitar 400-500 meter dari gunung sampah TPA Burangkeng yang berbau menyengat, berbatasan langsung dengan proyek Tol Cimanggis-Cibitung.

Baca juga: Pemkab Bekasi: 14 Hari TPA Burangkeng Ditutup, 11.000 Ton Sampah Menumpuk

Baunya memang tidak terlalu menyengat karena sebagian besar sampahnya berjenis anorganik seperti kertas, dus, gabus, dan plastik.

"Ini bukan wilayah TPA (Burangkeng)," ujar Mahdi, Ketua RT 001 RW 003 Desa Burangkeng yang rumahnya terletak persis di depan lahan pembuangan sampah asing, kepada Kompas.com, Rabu pagi.

"Kalau kata yang ngorek (pemulung) ini sampahnya dari luar negeri," imbuhnya.

Pernyataan Madih dibenarkan oleh warga lain, F, yang enggan menyebut namanya. F menyebut, sejumlah anggota keluarganya yang bekerja sebagai pemulung kerap menemukan beberapa benda dari luar negeri.

"Keluarga saya kan kebanyakan usahanya di limbah. Saya enggak pernah ngorek sih. Dapat cerita saja dari yang ngorek, ketemu dollar kadang-kadang juga mainan-mainannya dari luar negeri," ujar F kepada Kompas.com.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

Pengamat: Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

Megapolitan
5 Fakta Dinamika Kenaikan UMK Bekasi 2020

5 Fakta Dinamika Kenaikan UMK Bekasi 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta, Bekasi, dan Depok Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Jakarta, Bekasi, dan Depok Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Layanan Penyewaan Skuter Listrik GrabWheels Tak Tersedia Lagi di FX Sudirman

Layanan Penyewaan Skuter Listrik GrabWheels Tak Tersedia Lagi di FX Sudirman

Megapolitan
Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Megapolitan
Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Megapolitan
Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Megapolitan
Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Megapolitan
Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Megapolitan
Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Megapolitan
Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Megapolitan
Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Megapolitan
Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X