Peliknya Masalah Pencari Suaka, Stop Bantuan hingga Terciduk Satpol PP

Kompas.com - 01/08/2019, 09:31 WIB
Para pencari suaka yang menempati Gedung Eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat. KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARIPara pencari suaka yang menempati Gedung Eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat.

3. Satgas dorong UNHCR hubungkan pencari suaka dengan negara ketiga. 

UNHCR bertugas sebagai penghubung pencari suaka ke negara ketiga. UNHCR mengusahakan para pencari suaka agar pencari suaka segera mendapatkan negara ketiga sebagai tujuan akhir mereka.

"Karena memang ini juga dilema global, beberapa negara ketiga sebagian besar menutup bahkan menurunkan kuota bagi pengungsi dari negara-negara lain," kata Chairul.

Namun, pemerintah akan dorong UNHCR agar memaksimalkan fungsinya sebagai penghubung.

4. Pencari suaka bisa dipulangkan 

Salah satu opsi solusi jangka panjang tim satgas yaitu mendeportasi pencari suaka yang memang statusnya ditolak UNHCR.

"Mungkin saja di antara mereka ini sudah ada statausnya ditolak oleh UNHCR. Artinya mereka tidak bisa lagi ditransfer ke negara penerima karena ada syarat yang tidak dipenuhi," katanya.

"Itu juga jadi pemikiran kita, apakah pemerintah perlu lakukan deportasi. Tapi, itu bagian dari solusi jangka panjang," ujar Chairul.

5. Pencari suaka diciduk Satpol PP

Tiga orang imigran pencari suaka diciduk petugas Satpol PP karena diduga berbuat mesum bersama dua perempuan di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kasatgas Satpol PP Sawah Besar Sugiarso mengatakan, kelima orang itu diamankan di kamar indekos yang dialihfungsikan menjadi sebuah losmen.

Baca juga: 3 Imigran Pencari Suaka Ditangkap Satpol PP

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Pusat Ruhiyat Tolib mengatakan, ketiga warga negara asing itu berasal dari Nigeria dan Afganistan.

"Hanya satu yang bisa menunjukkan dokumen, dugaan kami satu asal Nigeria dan dua dari Afganistan," kata dia.

Ia menyebutkan, ketiga orang tersebut merupakan para pencari suaka yang kini telah menetap di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Damkar Cek Plafon Rumah Warga Cakung yang Diduga Berisi Ular, Ternyata Isinya...

Petugas Damkar Cek Plafon Rumah Warga Cakung yang Diduga Berisi Ular, Ternyata Isinya...

Megapolitan
Harga Paket Wisata di Kepulauan Seribu Naik 20 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Harga Paket Wisata di Kepulauan Seribu Naik 20 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Pohon di Duri Kepa Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Permukiman Warga Padam

Pohon di Duri Kepa Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Permukiman Warga Padam

Megapolitan
Pernah Wacanakan yang Sama, Anies Enggan Komentari Rencana Nadiem Hapus UN

Pernah Wacanakan yang Sama, Anies Enggan Komentari Rencana Nadiem Hapus UN

Megapolitan
Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

Megapolitan
Bantah PSI, Pemprov DKI Sebut Pembangunan LRT oleh Dishub Tak Langgar Aturan

Bantah PSI, Pemprov DKI Sebut Pembangunan LRT oleh Dishub Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Ada Ormas Tolak DWP, Ketua DPRD: Itu Pendapatan DKI dan Bukan Tahun Ini Saja

Ada Ormas Tolak DWP, Ketua DPRD: Itu Pendapatan DKI dan Bukan Tahun Ini Saja

Megapolitan
90 Persen Penginapan di Kepulauan Seribu Sudah Dipesan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

90 Persen Penginapan di Kepulauan Seribu Sudah Dipesan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Megapolitan
Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Megapolitan
2 Pohon Tumbang Saat Hujan yang Disertai Angin di Cakung

2 Pohon Tumbang Saat Hujan yang Disertai Angin di Cakung

Megapolitan
Pohon Biola Cantik di Duri Kepa Tumbang, Kabel Listrik pun Terbakar

Pohon Biola Cantik di Duri Kepa Tumbang, Kabel Listrik pun Terbakar

Megapolitan
Anies: Dua Nama Cawagub Sudah Sembilan Bulan di DPRD DKI, Dewan Harus Putuskan

Anies: Dua Nama Cawagub Sudah Sembilan Bulan di DPRD DKI, Dewan Harus Putuskan

Megapolitan
Pemprov DKI Beri Mesin Kremasi buat Umat Hindu di Jakarta

Pemprov DKI Beri Mesin Kremasi buat Umat Hindu di Jakarta

Megapolitan
Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X