Sindikat Penipu Sasar Penjual Rumah Mewah Pakai Nama Notaris Idham

Kompas.com - 05/08/2019, 16:39 WIB
Sindikat penipu jual beli rumah mewah menggunakan nama notaris dr. H. Idham, S,H, M,Kn saat beraksi. Para tersangka memasang plang menggunakan nama Idham di kantor notaris palsu di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan. RINDI NURIS VELAROSDELASindikat penipu jual beli rumah mewah menggunakan nama notaris dr. H. Idham, S,H, M,Kn saat beraksi. Para tersangka memasang plang menggunakan nama Idham di kantor notaris palsu di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sindikat penipu di Jakarta menyasar korban yang sedang menjual rumah mewah. Mereka berpura-pura sebagai orang dari kantor notaris dr. H. Idham, S,H, M,Kn. Padahal Idham yang susungguhnya telah pensiun sebagai notaris. 

Sindikat penipu itu memasang plang dengan menggunakan nama Idham di kantor notaris palsu di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan.

"Itu plang (nama notaris Idham) tapi kedudukannya sekarang dia (Idham) ada di Batam. Dia sudah pensiun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam konferensi pers di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2019).

Argo mengungkapkan, Idham tidak mengenal keempat tersangka yang ditangkap polisi, yaitu  D, H, A, dan K.

Baca juga: Polisi Tangkap Sindikat Penipu Jual Beli Rumah Mewah dengan Harga Minimal Rp 15 M

Polisi telah meminta keterangan Idham terkait kasus penipuan tersebut.

"(Idham) enggak tahu (bahwa namanya dicatut dalam plang sebuah kantor notaris palsu) karena yang bersangkutan telah memiliki profesi lainnya," ungkap Argo.

Argo mengungkapkan, pihaknya membuka sebuah hotline dengan nomor 08128171998 bagi masyarakat yang merasa ditipu oleh sindikat tersebut.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari tiga laporan masyarakat yang masuk ke Polda Metro Jaya selama Juli 2019. Sindikat penipu itu menyasar masyarakat yang ingin menjual rumahnya dengan harga minimal Rp 15 miliar.

Total kerugian dari tiga korban yang melapor ke Polda Metro Jaya mencapai 214 miliar.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arus Lalu Lintas Padat, Jasamarga Berlakukan Contraflow di Tol Cikampek Km 47

Arus Lalu Lintas Padat, Jasamarga Berlakukan Contraflow di Tol Cikampek Km 47

Megapolitan
Kronologi Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota, Ancam Membakar hingga Mengaku Dianiaya Anggota TNI

Kronologi Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota, Ancam Membakar hingga Mengaku Dianiaya Anggota TNI

Megapolitan
Main di Pinggir Saluran Air Saat Hujan Deras, Bocah 9 Tahun Tenggelam Terbawa Arus

Main di Pinggir Saluran Air Saat Hujan Deras, Bocah 9 Tahun Tenggelam Terbawa Arus

Megapolitan
Bioskop di Bekasi Dibuka Lagi, Ini Protokol Kesehatannya

Bioskop di Bekasi Dibuka Lagi, Ini Protokol Kesehatannya

Megapolitan
Kronologi Ulah Rasial Guru SMA di Jaktim, Tiba-tiba Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim

Kronologi Ulah Rasial Guru SMA di Jaktim, Tiba-tiba Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim

Megapolitan
Oknum Guru SMA di Jaktim yang Lakukan Tindakan Rasial Masih Aktif Mengajar

Oknum Guru SMA di Jaktim yang Lakukan Tindakan Rasial Masih Aktif Mengajar

Megapolitan
Mantan Polisi dan Direktur Perusahaan Terlibat Penyelundupan Senjata Api

Mantan Polisi dan Direktur Perusahaan Terlibat Penyelundupan Senjata Api

Megapolitan
Seorang Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota DKI, Diduga Hendak Bakar Gedung

Seorang Wanita Bawa Bensin ke Balai Kota DKI, Diduga Hendak Bakar Gedung

Megapolitan
Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Era Ahok, Wafat karena Covid-19

Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Era Ahok, Wafat karena Covid-19

Megapolitan
Akun Instagram Kecamatan Rawalumbu Diretas, Foto Profil Diganti Gambar Adegan Hubungan Intim

Akun Instagram Kecamatan Rawalumbu Diretas, Foto Profil Diganti Gambar Adegan Hubungan Intim

Megapolitan
Massa BEM SI Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Massa BEM SI Akan Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Megapolitan
Kramat Raya 106, Rumah Kos Bersejarah Saksi Bisu Sumpah Pemuda

Kramat Raya 106, Rumah Kos Bersejarah Saksi Bisu Sumpah Pemuda

Megapolitan
Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 41 Persen dan Ruang ICU 39 Persen

Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 41 Persen dan Ruang ICU 39 Persen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Imbauan SARA Guru SMA Negeri di Jakarta | Viral Mobil Terobos Palang dan Tak Bayar Tol di Bekasi

[POPULER JABODETABEK] Imbauan SARA Guru SMA Negeri di Jakarta | Viral Mobil Terobos Palang dan Tak Bayar Tol di Bekasi

Megapolitan
Antisipasi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta

Antisipasi Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X