Kompas.com - 05/08/2019, 17:14 WIB
Pemandangan laut dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPemandangan laut dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas udara Jakarta membaik pada Senin (5/8/2019) pagi.

Berdasarkan informasi di situs www.AirVisual.com, situs penyedia peta polusi online harian kota-kota besar di dunia, kualitas udara DKI Jakarta pada pukul 08.25 WIB berada di urutan ke-21.

Kualitas udara Jakarta itu lebih baik dibandingkan hari sebelumnya saat Jakarta berada di urutan kedua untuk level kualitas udara terburuk di dunia.

Apakah membaiknya kualitas udara itu ada hubungannya dengan pemadaman listrik di wilayah DKI Jakarta pada Minggu kemarin?

Baca juga: Aksi 1.000 Masker, Langkah Kecil demi Tingkatkan Kesadaran Polusi Udara Jakarta

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKH) Dodo Gunawan mengatakan, dua hal ini yaitu listik padam dan kondisi polusi udara, memang ada kaitannya.

Kendaraan padat merayap dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan padat merayap dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.

Ketika listrik padam, aktivitas manusia yang menggunakan listrik maupun menghasilkan polusi jadi berkurang.

"Secara data saya tidak punya tapi dimungkinkan hubungan tersebut ada karena kan terkait juga dengan aktivitas manusia," kata Dodo saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Saat mati listrik, kualitas udara bisa membaik karena berkurangnya dua aktivitas warga yaitu mobilitas dengan moda transportasi dan aktivitas industri.

Baca juga: Keluh Kesah Warga Selama Mati Listrik, Tumpuk Cucian hingga Harus Numpang Mandi

Namun, ia menyebutkan bahwa memadamkan listrik bukan solusi untuk menekan polusi udara Jakarta.

"Kedua aktivitas tersebut berhenti selama pemadaman, minimal berkurang. Ya tapi itu bukan berarti solusinya seperti itu. Kebetulan saja listrik padam dan aktivitas manusia kan berkurang sementara. Bahwa sebab akibatnya dapat di analogikan jadi solusi bisa saja," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X