Mengenal Oma A Lian, Lansia yang Masih Aktif dan Penuh Semangat

Kompas.com - 24/08/2019, 07:56 WIB
Oma A Lian (74), lansia aktif dan ceria yang tinggal di Panti Werdha Wisma Mulia, Jelambar, Jakarta Barat. KOMPAS.com/HILEL HODAWYAOma A Lian (74), lansia aktif dan ceria yang tinggal di Panti Werdha Wisma Mulia, Jelambar, Jakarta Barat.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tatapan matanya cerah dan berseri-seri. Kulitnya yang berwarna putih kekuningan membalut setiap bagian tubuh mungilnya.

Helai-helai rambut putih nan tebal membingkai wajahnya yang berbentuk oval. Bibir tipisnya tak pernah berhenti menyunggingkan senyuman.

Itulah ciri-ciri yang tepat untuk menggambarkan Oma A Lian, wanita berusia 74 tahun yang telah dua bulan menetap di Panti Werdha Wisma Mulia.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia memilih untuk tinggal di panti werdha bersama dengan orang-orang lanjut usia ( lansia) lainnya yang sepantar dengannya.

Banyak cerita yang A Lian dengar tentang risiko tinggal seorang diri sebagai lansia. Ia sendiri pernah melihat temannya jatuh sakit namun tidak ada yang bisa menolong karena tinggal seorang diri.

Baca juga: Lebih dari 1.300 Lansia Telantar Dirawat di Panti Sosial Milik Pemprov DKI

Hal itulah yang melatarbelakangi keputusan A Lian untuk menetap di panti werdha.

"Makanya aku lihat itu takut. Jadi aku begini aja," tuturnya.

Sebelumnya, Oma A Lian tinggal di daerah Angke, Jakarta Barat. Setelah menjual rumahnya, ia memilih Panti Werdha Wisma Mulia karena lokasinya yang cukup dekat.

Saat masih muda, perempuan kelahiran Lampung ini bekerja sebagai pengajar Bahasa Mandarin di Sukabumi, kota tempat ia dibesarkan. Setelah pindah ke Jakarta dan berkeluarga, ia berhenti bekerja untuk fokus mengurus keluarga.

Kini, anaknya telah tinggal dan bekerja bertahun-tahun di Amerika.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X