Kisah Pedagang 28 Tahun Jual Foto Presiden dan Wapres, Era Jokowi Paling Dicari

Kompas.com - 28/08/2019, 14:59 WIB
Bingkai Foto Jokowi-Maruf berjejer di Pasar Baru, Selasa (27/8/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVABingkai Foto Jokowi-Maruf berjejer di Pasar Baru, Selasa (27/8/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Fatturahman (43) sudah 28 tahun menjadi pedagang bingkai foto presiden dan wakil presiden Republik Indonesia sejak tahun 1991.

Ia telah melewati enam kali pergantian kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Selama enam kali pergantian pemimpin itu, Fattur mengaku bingkai foto masa kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Yusuf Kalla pada tahun 2014 adalah awal kejayaannya.

Ia megaku keuntungannya naik 75 persen dari masa kepemimpinan sebelum-sebelumnya.

"Baru zamannya Jokowi tahun 2014 banyak peminat bingkai foto Presiden Jokowi, mulai dari kantor, sekolah-sekolah bahkan ada yang beli buat di rumahnya," kata Fattur di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Punya Stok Foto Jokowi, Masyarakat Lebih Pilih Beli Foto Maruf

Ia bercerita pada tahun 2014 kala pertama kali Joko Widodo-Jusuf Kalla menjabat jadi presiden-wakil presiden, dalam seminggu bingkai foto yang ia miliki sebanyak 100 set (dua bingkai Jokowi-Jusuf Kalla) habis terjual.

Berbeda dengan masa-masa ke pemimpinan sebelumnya. Bingkai foto massa kepeminpinan dari Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhono dapat terjual 100 set setelah mereka menjabat lima tahun sebagai pemimpin.

"Ya zaman-zaman sebelumnya memang untung, cuma tidak untung banyak begitu Mbak. Sekitar 25 persen lah keuntungan dari biasanya," kata Fattur.

Baca juga: Dua Bulan Menuju Pelantikan, Bingkai Foto Jokowi-Maruf Marak Dijual di Pasar Baru

Ia mengatakan, tidak terlalu lakunya bingkai pemimpin-pemimpin sebelum Jokowi lantaran dirinya masih berjualan manual dan tidak dijual secara online.

Kini, Fattur mulai menjual dagangannya ke seluruh Indonesia lewar online.

"Kalau sekarang-sekarang ini kan sudah ada jualan online, gampang tinggal kirim. Kalau dulu harus datang dulu ke saya kan jauh," kata Fattur.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X