Cerita Agus, Pedagang Buku Kwitang Bertahan di Era Digital

Kompas.com - 04/09/2019, 09:42 WIB
Agus Darmanto, pedagang buku Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAAgus Darmanto, pedagang buku Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

Bahkan, ia juga bisa membiayai kuliah anak-anaknya dari hasil jualan buku. Dua anaknya telah menyelesaikan kuliah, sementara anak terakhirnya telah lulus SMK dan bekerja.

Tak jarang ia membawakan buku bagus atau novel ke rumah untuk dibaca anaknya.

“Misalnya buku ada yang bagus isinya pasti saya simpen buat anak saya baca sehingga anak saya gak perlu mahal beli buku,” katanya.

Persaingan online

Agus merasa, kini minat baca masyarakat jauh berbeda dibanding dulu. Ditambah lagi beredarnya buku versi digital dan penjualan lewat online.

Kini, lantaran sepi pembeli, ia masih sempat membaca dua buku dalam sehari selama menunggu dagangan.

Meski demikian, ia tetap bertahan menjual buku secara konvensial. Ia yakin masih ada orang yang memilih membeli buku secara langsung dengan berbagai pertimbangan.

“Saya pernah beli buku dari online, eh pas diterimanya bukunya kaya buku yang didaur ulang, jadi agak jelek ngelemnya. Kalau milih langsung kan enak bisa dilihat bagus enggaknya,” katanya.

Dia meyakini, meskipun saat ini sudah banyak buku elektronik yang didapat secara gratis dari internet, namun buku cetak tetap akan dibutuhkan.

Agus juga berpesan kepada generasi muda agar tidak bosan-bosan membaca buku. Karena buku merupakan sumber ilmu.

“Ya, kalau belum ada pembeli, saya sambil lalu membaca buku-buku ini, karena bagi saya buku itu gizi, gizinya otak,” tuturnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Mengenal Bilik Pintar, Tempat Belajar di Antara Gunungan Sampah

Megapolitan
Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Penjualan Sepatu Compass di Grand Indonesia Dibatalkan, Pembeli Kecewa

Megapolitan
Calon Pembeli Sepatu Compass, Rela Antre dari Malam hingga Sisihkan Uang Jajan...

Calon Pembeli Sepatu Compass, Rela Antre dari Malam hingga Sisihkan Uang Jajan...

Megapolitan
Geliat Komplotan Jambret Sasar Turis di Kota Tua

Geliat Komplotan Jambret Sasar Turis di Kota Tua

Megapolitan
Mal Belum Buka, Antrean Sepatu Compass 'Darahku Biru' Mengular di Depan Grand Indonesia

Mal Belum Buka, Antrean Sepatu Compass "Darahku Biru" Mengular di Depan Grand Indonesia

Megapolitan
Polemik DWP, Ditolak tetapi Berjalan Mulus

Polemik DWP, Ditolak tetapi Berjalan Mulus

Megapolitan
Ret Ginting, Setia dengan Kamera Analog sejak 1970-an

Ret Ginting, Setia dengan Kamera Analog sejak 1970-an

Megapolitan
Kerja Sama dengan BKSP, Bima Arya Tunggu Bantuan Dana dari Pemprov DKI

Kerja Sama dengan BKSP, Bima Arya Tunggu Bantuan Dana dari Pemprov DKI

Megapolitan
Terperosok ke Dalam Sungai, Kakak Beradik di Bogor Terluka

Terperosok ke Dalam Sungai, Kakak Beradik di Bogor Terluka

Megapolitan
Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Megapolitan
Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Megapolitan
Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Megapolitan
Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X