Para Pecari Suaka di Kalideres Akan Didata dan Diberi Konseling

Kompas.com - 05/09/2019, 15:40 WIB
Suasana pengungsi para pencari suaka di Kalideres Kompas.com/Deti Mega PurnamasariSuasana pengungsi para pencari suaka di Kalideres

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kemenko Polhukam, Chairul Anwar, akan melalukan pendataan terhadap para pencari suaka di eks Gedung Kodim 04/05, Kalideres, Jakarta Barat.

Hal itu dilakukan bersama United Nations High Commissioner for Refugees ( UNHCR) atau badan PBB untuk urusan pengungsi di Indonesia.

Pasalnya, jumlah pengungsi di tempat itu bertambah dan tidak ada data valid terkait jumlah mereka. 

Akan ada penambahan waktu tiga hari bagi para pencari suaka untuk tinggal di gedung tersebut.

Baca juga: Pencari Suaka dari Irak Unjuk Rasa di Depan Kantor UNHCR

"Kami akan lakukan pendataan secara real berapa jumlah pengungsi. Kami 3 hari lakukan evaluasi dan pendataan. Karena data sementara pagi 200 orang, siang ini 500 orang. Jadi kami harus berdasarkan data akurat dan konkret," kata Chairul di lahan eks Gedung Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (5/9/2019).

UNHCR juga akan memberikan konseling kepada para pengungsi selama tiga hari ke depan.

Para pengungsi tidak akan lagi dapat bantuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah tiga hari ke depan.

"Pemprov DKI melalui Kesbangpol sepakat melakukan penutupan tempat penampungan dengan cara fleksibel melihat kondisi dan situasi di lapangan," kata Chairul.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menyatakan akan menyetop bantuan makanan dan kesehatan bagi para pengungsi mulai 31 Agustus 2019. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPSU Berendam di Saluran Air, Lurah Jelambar Diperiksa Inspektorat DKI

PPSU Berendam di Saluran Air, Lurah Jelambar Diperiksa Inspektorat DKI

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Tunggu Rekomendasi BKD dan Inspektorat Terkait PPSU Direndam

Wali Kota Jakbar Tunggu Rekomendasi BKD dan Inspektorat Terkait PPSU Direndam

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Sebut Keterlaluan PPSU Jelambar Direndam untuk Senang-senang

Wali Kota Jakbar Sebut Keterlaluan PPSU Jelambar Direndam untuk Senang-senang

Megapolitan
Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Megapolitan
Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Megapolitan
Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Megapolitan
Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Megapolitan
Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Megapolitan
Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Megapolitan
Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Megapolitan
Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Megapolitan
Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Megapolitan
Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Megapolitan
Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Megapolitan
Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X