Polisi Amankan Dua Orang dalam Kericuhan Demo di Depan Gedung KPK

Kompas.com - 20/09/2019, 18:32 WIB
Mahasiswa PMII melakukan demonstrasi di depan Gedung KPK untuk mendukung revisi UU KPK pada Jumat (20/9/2019) KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMahasiswa PMII melakukan demonstrasi di depan Gedung KPK untuk mendukung revisi UU KPK pada Jumat (20/9/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengamankan dua orang saat kericuhan yang terjadi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Kericuhan tersebut melibatkan kelompok Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Dua orang yang diamankan itu diduga sebagai provokator. Mereka melakukan pelemparan dan berusaha masuk ke gedung KPK.

"Ada yang diamankan. Tetapi sudah ada yang dipulangkan lagi," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Bastoni Purnama saat ditemui di depan gedung KPK, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Lempar Telur ke Gedung KPK, Pengunjuk Rasa Teriak KPK Busuk!

Namun, Bastoni enggan menyebut identitas mereka yang diamankan. Dia hanya bisa memastikan orang yang diamankan tergabung dalam kelompok PMII.

Aksi unjuk rasa sempat ricuh setelah massa aksi melempar gedung KPK dengan telur.

Setelah aksi lempar telur, terjadi dorong-dorongan antara polisi dan massa.

Mereka kemudian melakukan aksi bakar ban tepat di depan gedung KPK.

Baca juga: Massa Beratribut PMII Demo, Dukung Revisi UU KPK

Setelah api dipadamkan polisi, mereka kembali membakar ban. Mereka berusaha menghadang mobil water canon yang ingin memadamkan api.

Polisi dari satuan Brimob Polda Metro Jaya akhirnya memukul mundur dengan paksa kelompok pendemo.

Dalam aksinya, massa yang mengaku dari PB PMII menuntut KPK tidak menjadi alat politik. Mereka juga mendesak percepatan pelantikan pimpinan KPK dan mendukung pengesahan UU KPK oleh DPR.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Polisi Buru 4 Penjambret HP di Kawasan Kota Tua yang Masih Buron

Megapolitan
Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Dana Bantuan Parpol Naik, Fraksi Nasdem Dituntut Lebih Eksis di DPRD DKI

Megapolitan
Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Bikin Rute LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Anies Belum Minta Persetujuan Menhub

Megapolitan
Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Puskesmas dan RSUD Menyerah, Damkar Kembangan Turun Tangan Lepaskan Cincin di Jari Nunung

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Penjambret HP di Kota Tua Tenggak Miras dan Pakai Sabu Sebelum Beraksi

Megapolitan
Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

Kata Partygoers soal Penolakan Sekelompok Massa Terhadap DWP di Jakarta

Megapolitan
Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

Berkunjung ke Kebun Belimbing yang Masih Tersisa di Kota Belimbing Depok...

Megapolitan
Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

Rusunami DP 0 Rupiah Sepi, Anggota DPRD DKI Minta BI Checking Dipermudah

Megapolitan
Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Penjambret HP di Kota Tua Tertangkap, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

Ular Kobra Berkeliaran di Lingkungan Rumah, Warga Duren Sawit Resah

Megapolitan
PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

PDI-P Dapat Dana Bantuan Parpol Rp 6,68 Miliar dari Pemprov DKI, Akan Dipakai untuk Apa?

Megapolitan
Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

Garuda Indonesia Akui Insiden Pesawat Berhadapan Karena Kesalahan Pilot

Megapolitan
Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

Insiden Dua Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Pilot Diduga Kerja Overtime

Megapolitan
Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

Anggota DPR Minta Penangguhan Penahanan untuk Lutfi Alfian agar Tidak Gaduh

Megapolitan
Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibuka untuk Pengunjung, Pengelola Diminta Antisipasi Tumpukan Antrean

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X