Kompas.com - 26/09/2019, 19:59 WIB
Garis polisi dipasang di salah satu bangunan dekat pos polisi yang turut dibakar oleh massa pada Rabu (25/8/2019) malam Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARGaris polisi dipasang di salah satu bangunan dekat pos polisi yang turut dibakar oleh massa pada Rabu (25/8/2019) malam

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memasang garis polisi di pos polisi Tomang, Jakarta Barat pasca-kerusuhan demo pelajar yang terjadi pada Rabu (25/9/2019) malam.

Hal itu terjadi karena pos polisi di sana menjadi sasaran massa dalam kerusuhan. Massa membakar bagungunan beserta dengan beberapa kendaraan bermotor yang ada di sekitar pospol tersebut.

Pantuan Kompas.com pada Kamis (26/9/2019) petang hingga malam hari, kondisi pos yang berlokasi di kolong jembatan Tomang, tepatnya di Jalan S Parman ini kondisinya hangus usai dirusak dan dibakar massa.

Baca juga: RS Pelni Tangani 11 Korban Demo Pelajar di DPR

Bahkan, kaca-kaca yang berada di bangunan pos tersebut pecah dan pecahannya masih belum sempat dibersihkan.

Pintu, pendingin udara, kursi, tenda, puluhan sepeda motor hasil sitaan dan dua mobil dinas di halaman pospol juga tidak luput dari target massa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, pintu gerbang pos polisi Tomang terlihat digembok. Begitu juga dengan pos polisi dekat putaran balik arah Jalan S Parman, kondisinya serupa, banyak perlengkapan dan peralatan polisi yang dirusak oleh massa.

Baca juga: Cerita di Balik Demo Pelajar: Lemas Kelaparan hingga Ketinggalan Pesawat

Walau sudah hangus, beberapa petugas polisi lalu lintas tetap masih berjaga di sekitar traffic light Tol Tomang.

Untuk diketahui, kerusuhan para Rabu malam meluas hingga Jalan S Parman dari Slipi ke arah Tomang. Massa merusak dan membakar beberapa bangunan milik Polantas.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cari Pahlawan Pandemi, KG Media Ajak Masyarakat Donasi Darah dan Plasma Konvalesen

Cari Pahlawan Pandemi, KG Media Ajak Masyarakat Donasi Darah dan Plasma Konvalesen

Megapolitan
Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Kasus Makelar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Kasus Makelar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Megapolitan
Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Megapolitan
Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

Megapolitan
Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Megapolitan
Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Megapolitan
Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Megapolitan
Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X