Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Capai 3,2 Juta Ton pada 2025

Kompas.com - 14/10/2019, 14:29 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (14/10/2019). KOMPAS.COM/NURSITA SARIKepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (14/10/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkirakan jumlah sampah rumah tangga dan sejenisnya dalam setahun berpotensi mencapai 3,2 juta ton pada 2025 mendatang.

Pemprov DKI menargetkan sampah rumah tangga dan sejenisnya tersebut berkurang hingga 30 persen pada tahun itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, target pengurangan sampah rumah tangga tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 108 Tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi DKI Jakarta dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

"Kami punya Jakstrada, kebijakan strategis daerah, dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Ini target pengurangannya sampai 30 persen," ujar Andono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Berdasarkan Pergub Nomor 108 Tahun 2019, potensi peningkatan jumlah sampah rumah tangga dan targetnya pengurangannya terus meningkat setiap tahunnya.

Pada 2019 ini, potensi timbulan sampah rumah tangga diperkirakan 3,02 juta ton dalam setahun. Potensi timbulan sampah rumah tangga itu naik terus hingga 3,2 ton pada 2025.

Tahun ini, timbulan sampah rumah tangga ditargetkan berkurang 20 persen dan naik terus hingga berkurang 30 persen pada 2025.

Andono menyampaikan, salah satu cara untuk mengurangi sampah rumah tangga dan sejenisnya dilakukan dengan pola gerakan untuk mengurangi sampah di sumber.

Caranya, warga memilah sampah yang memiliki nilai ekonomi untuk diolah menjadi barang tertentu.

Baca juga: Siswa di Jakarta Bisa Punya Tabungan dengan Kumpulkan Sampah

Sampah yang memiliki nilai ekonomi juga bisa dijual ke bank sampah. Warga akan menerima imbalan berupa saldo tabungan setelah menjual sampahnya di bank sampah.

"Sampah-sampah tertentu itu masih punya nilai ekonomi yang bisa ditabung. Di sinilah ada kolaborasi antara dunia perbankan dengan Dinas Lingkungan Hidup mengurangi sampah di sumber dengan ditabung sampah anorganiknya," kata Andono.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Tangerang Buka 355 Formasi CPNS, Tersedia 6 untuk Disabilitas

Kota Tangerang Buka 355 Formasi CPNS, Tersedia 6 untuk Disabilitas

Megapolitan
Polisi yang Diamuk Massa di Tanjung Barat Dirawat di RSUD Pasar Minggu

Polisi yang Diamuk Massa di Tanjung Barat Dirawat di RSUD Pasar Minggu

Megapolitan
Palsukan Buku KIR, Ayah dan Anak Ini Rugikan Negara Rp 10 Miliar

Palsukan Buku KIR, Ayah dan Anak Ini Rugikan Negara Rp 10 Miliar

Megapolitan
[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Megapolitan
Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Megapolitan
Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Megapolitan
Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Megapolitan
Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Megapolitan
Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Megapolitan
Proses Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid Kian Menjelimet

Proses Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid Kian Menjelimet

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lowongan 3.958 CPNS, dari Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan

Pemprov DKI Buka Lowongan 3.958 CPNS, dari Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X