Nyambi Tanam Ganja di Rumahnya, Seorang Petani di Bogor Diciduk Polisi

Kompas.com - 14/10/2019, 16:50 WIB
Kepolisian Resor Bogor Kota mengungkap kasus peredaran narkoba selama kurun waktu bulan September 2019. Selama periode tersebut, polisi mengamankan 20 orang pengedar dari 17 kasus yang diungkap, Senin (14/10/2019). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHKepolisian Resor Bogor Kota mengungkap kasus peredaran narkoba selama kurun waktu bulan September 2019. Selama periode tersebut, polisi mengamankan 20 orang pengedar dari 17 kasus yang diungkap, Senin (14/10/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - PJ (27) diamankan jajaran Satuan Narkoba Polresta Bogor Kota lantaran kedapatan menyimpan ganja di kediamannya di Wilayah Kemang, Kabupaten Bogor.

Saat digeledah, polisi mendapati tiga buah polybag atau pot berisi sisa pohon ganja yang telah panen.

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, pelaku yang berprofesi sebagai petani itu sengaja menanam ganja untuk diedarkan.

Kepada polisi, sambung Hendri, pelaku menjual paket-paket ganja hasil panennya berkisar antara Rp 70.000 hingga Rp 100.000.

"Pengakuannya sih baru tiga bulan, tapi kami tidak yakin. Kami terus dalami," kata Hendri, di Mapolresta Bogor Kota, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Bogor Darurat Narkoba, Polisi Ungkap 17 Kasus dan Amankan 20 Pengedar Selama September 2019

Hendri menambahkan, pelaku mengaku mendapatkan bibit ganja dari seorang temannya. Ia kemudian mencoba menanamnya di pekarangan rumahnya.

Dalam menjalankan bisnis sampingannya itu, pelaku bekerja sendri.

"Ternyata pas ditanam (ganja) itu tumbuh. Dia kerja sendiri dari mulai panen sampai packing," tuturnya.

Sementara itu, PJ berdalih baru pertama kali mencoba eksperimennya menanam ganja.

Di pekarangan rumahnya seluas 2x3 meter persegi itu, PJ kemudian belajar menanam ganja. Bahkan, ia menggunakan internet untuk melihat cara bercocok tanam ganja.

"Saya menanam di lahan 2x3 meter persegi di pekarangan rumah. Awalnya ya saya iseng, tapi ternyata jadi," kata dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 111 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rapat Anggaran di Puncak Bogor Dianggap Pemborosan, FITRA: DPRD dan Pemprov DKI Harus Diaudit

Rapat Anggaran di Puncak Bogor Dianggap Pemborosan, FITRA: DPRD dan Pemprov DKI Harus Diaudit

Megapolitan
Tersangka Penjambretan Anak Kecil di Kebayoran Lama Coba Hilangkan Barang Bukti

Tersangka Penjambretan Anak Kecil di Kebayoran Lama Coba Hilangkan Barang Bukti

Megapolitan
Dua Tersangka Jambret Ponsel Bocah di Kebayoran Lama Berstatus Pelajar, Motifnya Iseng

Dua Tersangka Jambret Ponsel Bocah di Kebayoran Lama Berstatus Pelajar, Motifnya Iseng

Megapolitan
Rampas Ponsel Bocah di Kebayoran, Tiga Penjambret Ditangkap di Tangerang

Rampas Ponsel Bocah di Kebayoran, Tiga Penjambret Ditangkap di Tangerang

Megapolitan
8.000 Personel Gabungan Disiapkan untuk Amankan Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

8.000 Personel Gabungan Disiapkan untuk Amankan Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Megapolitan
Marak Pesepeda Jadi Korban Jambret, Berikut Tips Aman Bersepeda

Marak Pesepeda Jadi Korban Jambret, Berikut Tips Aman Bersepeda

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Biayai Perawatan Pasien Covid-19 yang Proses Klaimnya Ditolak Kemenkes

Pemkot Bekasi Akan Biayai Perawatan Pasien Covid-19 yang Proses Klaimnya Ditolak Kemenkes

Megapolitan
Penjelasan Dirut RSUD Cengkareng Insiden Massa Jemput Paksa Pasien Positif Covid-19

Penjelasan Dirut RSUD Cengkareng Insiden Massa Jemput Paksa Pasien Positif Covid-19

Megapolitan
Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin Antisipasi Demo Omnibus Law di Jakarta

Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin Antisipasi Demo Omnibus Law di Jakarta

Megapolitan
Biasanya Pertengahan Tahun, Pengesahan APBD-P DKI 2020 Mundur hingga November

Biasanya Pertengahan Tahun, Pengesahan APBD-P DKI 2020 Mundur hingga November

Megapolitan
Dua Tiang Listrik di Kembangan yang Ambruk Kemarin Sore Langsung Diperbaiki

Dua Tiang Listrik di Kembangan yang Ambruk Kemarin Sore Langsung Diperbaiki

Megapolitan
Ada Demo Lagi, Satlantas Jakpus Tutup Sejumlah Ruas Jalan

Ada Demo Lagi, Satlantas Jakpus Tutup Sejumlah Ruas Jalan

Megapolitan
Masuk Musim Hujan, Warga Bekasi Diminta Waspada Penyakit DBD

Masuk Musim Hujan, Warga Bekasi Diminta Waspada Penyakit DBD

Megapolitan
FITRA Sebut Tak Masuk Akal Rapat Pembahasan Anggaran DKI Digelar di Puncak Bogor

FITRA Sebut Tak Masuk Akal Rapat Pembahasan Anggaran DKI Digelar di Puncak Bogor

Megapolitan
Guru, Pegawai Stasiun, hingga Petugas Damkar Juga Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Bekasi

Guru, Pegawai Stasiun, hingga Petugas Damkar Juga Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X