Nenek Arpah Diajak Jalan-jalan, Ternyata Ditipu Tetangga dan Dibawa ke Kantor Notaris

Kompas.com - 18/10/2019, 15:02 WIB
Nenek Arpah (69), di Beji, Depok, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVANenek Arpah (69), di Beji, Depok, Kamis (17/10/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nenek Arpah (69), mengaku ditipu saat diajak ke Bogor oleh AKJ, tetangganya.

Awalnya, AKJ mengajak Arpah ke Bogor dengan alasan jalan-jalan. Namun, ternyata Arpah malah diajak ke Notaris yang ada di Bogor.

Arpah diajak ke notaris untuk menandatangani surat sertifikat tanah balik nama dari kepemilikan Arpah ke AKJ.

“Saya mau diajak jalan- jalan bilangnya. Waktu itu tidak tahu menahu terus saya tanda tangan ambil alih tanah 103 meter persegi saya. Saya tidak ikhlas, saya tidak niat menjualnya. Memang AKJ awalnya saja baik, tapi dia jahat,” kata Arpah di Beji, Depok, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Diberi Uang Rp 300.000 untuk Jajan, Nenek Arpah Tak Sadar Telah Jual Tanahnya

Arpah kala itu diminta tanda tangan oleh notaris dan AKJ. Menurut Arpah, tak ada komunikasi apapun terkait isi dokumen itu. Meski demikian, Arpah tetap menandatanganinya karena percaya terhadap AKJ.

Setelah itu, Arpah diberi uang Rp 300.000. Menurut Arpah, saat itu AKJ mengatakan, uang tersebut untuk jajan.

“Dia bilang uang yang diberikan pada saya untuk jajan. Ya Sudah saya terima saja namanya buat jajan,” ujar Arpah.

Baca juga: Cerita Nenek Buta Huruf Merasa Tertipu Tetangga Sendiri, Tanahnya Dihargai Rp 300.000

Arpah tahu kepemilikan tanahnya sudah berpindah tangan saat orang bank datang ke rumahnya.

Sejak saat itu, Arpah mengatakan, dirinya harus tinggal berpindah-pindah tempat ke rumah-rumah kerabatnya.

Sebelumnya AKJ sudah pernah beli tanah Arapah

Ia merasa sakit hati dan tak menyangka tetangganya akan menipu. Sebab, menurut dia, tetangganya itu dikenal baik.

Dia menuturkan sebelum tanah seluas 103 meter persegi miliknya dijual tanpa sepengetahuannya, AKJ sebenarnya pernah juga membeli tanah lain miliknya. Tanah seluas 196 meter persegi itu dibeli AKJ pada tahun 2015 dan tak ada persoalan.

Baca juga: Tanah 103 Meter Dihargai Rp 300.000, Nenek Buta Huruf Lapor Polisi karena Merasa Ditipu

Namun, untuk tanah seluas 103 meter persegi, Arpah mengaku tak ikhlas menjualnya. Apalagi, AKJ telah menipunya dan suami yang ketika itu tiba-tiba dibawa ke hadapan notaris.

Ia berharap agar sertifikat rumahnya dikembalikan atas namanya. Ia sudah melaporkan kasus ini ke Kepolisian.

“Saya mau surat- surat saya. Saya tidak ikhlas, ingin surat-surat sata kembali karena saya tidak merasa menjualnya,” tutur dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Berkebutuhan Khusus yang Dipasung dan Terbakar di Tangsel Pernah Ditangani Dinas Sosial

Anak Berkebutuhan Khusus yang Dipasung dan Terbakar di Tangsel Pernah Ditangani Dinas Sosial

Megapolitan
Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Megapolitan
Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Megapolitan
Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Megapolitan
Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Megapolitan
Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Megapolitan
Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Megapolitan
Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Megapolitan
Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Megapolitan
Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Megapolitan
Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Megapolitan
Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Megapolitan
Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X