Cegah Perdagangan Orang, Pemkot Tangerang Akan Bentuk Tim Khusus

Kompas.com - 25/11/2019, 14:14 WIB
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang, Irna Rudiana saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Senin (25/11/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang, Irna Rudiana saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Senin (25/11/2019)
|

TANGERANG, KOMPAS.com — Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang Irna Rudiana mengatakan Kota Tangerang akan segera membentuk tim Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Irna mengatakan, pembentukan tim tersebut merupakan program dari Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) yang mengategorikan TPPO sebagai kejahatan luar biasa.

"Ini termasuk extraordinary crime, TPPO salah satu di antara yang dampaknya ke masyarakat besar," ujar dia saat ditemui Kompas.com di Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (25/11/2019).

Meskipun tergolong kejahatan luar biasa, lanjut Irna, di Kota Tangerang belum pernah terjadi kasus TPPO.

Baca juga: Polisi Tangkap 6 Pelaku Perdagangan Orang, 48 Perempuan Jadi Korban

Hanya, lanjut Irna, di wilayah Bandara Soekarno-Hatta sering kali terjadi kasus TPPO yang wilayahnya termasuk di dalam Pemerintahan Kota Tangerang.

"Di Kota Tangerang belum terindikasi, yang pernah tertangkap di bandara ada, tapi di Kota Tangerang itu belum," kata dia.

Bandara Soekarno-Hatta memang berada di wilayah Kota Tangerang, tetapi tidak termasuk dalam kegiatan administrasi Pemerintah Kota Tangerang.

TPPO tersebut segera dibentuk melibatkan beberapa instansi seperti keimigrasian wilayah Kota Tangerang, kepolisian, dan masyarakat Kota Tangerang.

"Kita melibatkan masyarakat, ada unsur forum RT RW, tokoh masyarakat, jadi itu dilibatkan dari forum masyarakat," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Megapolitan
Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

Megapolitan
Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Bukan Asli Betawi, 'Lu', 'Gue', 'Cincong' Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Bukan Asli Betawi, "Lu", "Gue", "Cincong" Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Megapolitan
[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

Megapolitan
Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Megapolitan
Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

Megapolitan
Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X