Tunggak Pajak 4 Tahun, Mobil Bergambar Macan Juga Kelabui Petugas dengan Pelat Nomor Palsu

Kompas.com - 06/12/2019, 23:57 WIB
Toyota Tundra 57 D.CAT keluaran 2010 dengan airbrush macan juga menggunakan nomor polisi palsu terjaring razia di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (6/12/2019) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARToyota Tundra 57 D.CAT keluaran 2010 dengan airbrush macan juga menggunakan nomor polisi palsu terjaring razia di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (6/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menunggak pajak hingga 4 tahun, mobil Toyota Tundra 57 D.CAT keluaran 2010 dengan airbrush macan juga menggunakan nomor polisi palsu atau tidak sesuai dengan STNK.

Kepemilikan mobil atas nama perusahaan PT Kidang Gesit Perkasa diketahui menggunakan pelat nomor palsu B 9988 MW.

Padahal pelat nomor kendaraan yang sesuai dengan STNK sudah habis masa berlakunya, namun pemilik mengakali dengan mengganti sesuai dengan tahun aktif berjalan.

"Ya memang dari segi registrasi kepolisian ada hal tertentu yang harus diselesaikan wajib pajak kaitan dengan registrasi nopol KBM tersebut," kata Wakil Kepala BPRD DKI Jakarta Yuandi Bayak Miko saat melakukan bersama Tim KPK, Jumat (6/12/2019).

Baca juga: Tunggak Pajak 4 Tahun, Toyota Tundra Bergambar Macan Ditempeli Stiker oleh BPRD

Petugas BPRD dan Samsat Jakarta Barat pun mengetahui dan memberi imbauan agar pemilik kendaraan mengurus perpanjangan STNK pada umumnya sehingga modus mengelabui petugas dengan mengganti pelat nomor tidak bisa dilakukan kembali.

Pemilik kendaraan pun menerima dan pasrah saat petugas gabungan menjaring kendaraannya dalam razia. Pemilik mobil juga enggan berkomentar kepada awak media.

Diberitakan sebelumnya, mobil Toyota Tundra 57 D.CAT keluaran 2010 dengan airbrush macan terjaring razia oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta. Mobil ini diyatakan  menunggak pajak selama 4 tahun.

Kendaraan mewah tersebut langsung ditempeli stiker untuk membayar pajak setelah BPRD bersama dengan Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar razia door to door kepada para penunggak pajak.

Wakil Kepala BPRD DKI Jakarta, Yuandi Bayak Miko mengatakan, kendaraan mewah tersebut sudah menunggak pajak selama 4 tahun dengan nominal kerugian mencapai ratusan juta.

"Untuk total tunggakan mobil mewah atas nama perusahaan PT Kidang Gesit Perkasa, yakni sebesar Rp 135 juta," ucap Yuandi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Megapolitan
Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Hakim Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua

Megapolitan
Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Pakar: Beraksi Depan Bocah, Ekshibisionis Bisa Ditangkap Tanpa Laporan

Megapolitan
Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Muncul 'Raja' Baru King of The King, Klaim Kuasai Rp 60.000 T dan Akan Lantik Presiden di Dunia

Megapolitan
Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Polemik Pengangkatan Dirut Transjakarta, Fraksi PSI Ingatkan Tim Seleksi Harus Independen

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Bajing Loncat di Cilincing Incar Truk-Truk dari Luar Kota

Megapolitan
Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Belum Punya Ruang Isolasi, RSU Tangsel Bakal Rujuk Pasien Suspect Virus Corona

Megapolitan
Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Ditinggal Meliput, Mobil TVOne Dibobol Maling di Duren Sawit

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Ketua DPRD DKI: Monas Bukan Milik Jakarta Sendiri, tapi Enggak Ada Koordinasinya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X