Tanggapi Pemecatan Dirut Garuda, Menhub Janji Lebih Selektif Pilih Direksi Maskapai

Kompas.com - 11/12/2019, 23:47 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (mengenakan topi) saat mengecek persiapan Natal dan Tahun Baru 2020 di Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/12/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (mengenakan topi) saat mengecek persiapan Natal dan Tahun Baru 2020 di Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/12/2019)
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada hikmah yang bisa diambil dalam pemecatan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara.

Menurut dia, itu menunjukkan kualifikasi seorang pemimpin juga harus tercermin dari karakternya.

"Saya pikir kejadian itu (pemecatan) ada hikmahnya, bahwa kualifikasi seorang presdir, seorang direktur operasi itu harus punya karakter yang bagus," kata dia saat ditemui Kompas.com di Gedung Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/12/2019).

Budi mengatakan, dengan kejadian tersebut Kementerian Perhubungan akan lebih selektif untuk mengizinkan pengajuan dewan direksi operator maskapai penerbangan.

"Nah ini pelajaran bagi kita untuk melakukan suatu tes atau memberikan syarat bagi mereka yang akan jadi direksi dari airlines," jelas dia.

Baca juga: VP Awak Kabin Garuda Indonesia Laporkan Akun Twitter @digeeembok ke Polisi

Selain memiliki karakter yang bagus, Budi mengatakan dewan direksi maskapai penerbangan harus memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik.

Untuk mencegah terulang kembali kasus penyelundupan Harley Davidson, lanjut Budi, tiga hal tersebut harus diterapkan bukan hanya oleh Garuda Indonesia, melainkan seluruh maskapai yang beroperasi di Indonesia.

Sebagai bentuk pengawasan, Budi mengatakan, Kementerian Perhubungan khususnya Ditjen Perhubungan Udara akan menyeleksi dengan ketat dewan direksi yang diajukan untuk setiap maskapai.

Supaya kasus penyelundupan Harley Davidson oleh Garuda Indonesia tidak terulang lagi di maskapai lainnya.

Baca juga: Mengintip Para Pemilik Saham Garuda Indonesia

"Pengajuan dirut, direktur operasi dan teknis (termasuk maskapai swasta), kalau Ditjen Perhubungan Udara tidak boleh (tidak setuju) ya tidak bisa," pungkas dia.

Adapun, perusahaan penerbangan milik negara itu akhir-akhir ini tengah disorot karena Direktur Utamanya Ari Askhara tengah tersandung kasus dugaan penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Tak hanya Ari, empat direksinya pun ikut terseret dalam pusaran kasus itu.

Imbas dari kasus tersebut, Ari beserta Direktur Operasi Bambang Adi Surya, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto dan Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar dicopot dari jabatannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X