Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Desak Normalisasi Dikerjakan Meski Anggaran Turun

Kompas.com - 10/01/2020, 22:36 WIB
Salurang penghubung Kali Sunter di RW 012, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin (4/11/2019), sedang dinormalisasi pelaksana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVISalurang penghubung Kali Sunter di RW 012, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin (4/11/2019), sedang dinormalisasi pelaksana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Fraksi PKB-PPP Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Yusuf meminta agar normalisasi maupun naturalisasi dikerjakan secara maksimal meski anggaran tahun ini menurun dari tahun 2019.

Diketahui, anggaran penanggulangan banjir tahun 2019 mencapai Rp 1,75 triliun. Namun, pada 2020, anggaran banjir turun menjadi Rp 1 triliun.

Rinciannya, anggaran sebesar Rp 669 miliar diperuntukkan bagi pembebasan lahan dan normalisasi.

"Saya sih berharap dengan anggaran kecil besar harus tetap berjalan. Ada action di tahun 2020 dan bisa dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Jadi jangan sampai kita enggak berbuat," ujar Yusuf di lantai 4, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Saat Menteri Basuki dan Anies Sepakat soal Normalisasi dan Naturalisasi Sungai

Normalisasi yang saat ini telah dikerjakan Kementerian PUPR adalah 16 kilometer dari 33 kilometer. Maka masih tersisa pengerjaan 17 kilometer.

Yusuf berharap meski normalisasi merupakan tugas PUPR, namun Pemprov DKI tetap proaktif membebaskan lahan.

"Misal, tahun ini kita mendapat pembebasan lahan 6 kilometer sampai 8 kilometer. Itu yang kita kerjakan, tahun 2021 kita kerjakan lagi," kata dia.

Terkait naturalisasi yang digadang-gadang oleh Anies, menurut dia juga sebaiknya dikerjakan jika sudah ada titik yang bisa dinaturalisasi.

"Yang digadang-gadang oleh pak gubernur itu naturalisasi. Saya pada prinsipnya mau apapun namanya silakan. Akan tetapi harus ada reaksi cepat untuk mengentaskan banjir, terutama di bantaran Sungai Ciliwung," tutur Yusuf.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi IV DPR: Normalisasi Sungai Dulu, Baru Naturalisasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman dengan Protap Covid-19 di 4 TPU, Ini Rinciannya

DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman dengan Protap Covid-19 di 4 TPU, Ini Rinciannya

Megapolitan
Fraksi PKS: Positivity Rate Covid-19 Jauh Lebihi Ambang Batas WHO, Wajar Anies Perpanjang PSBB

Fraksi PKS: Positivity Rate Covid-19 Jauh Lebihi Ambang Batas WHO, Wajar Anies Perpanjang PSBB

Megapolitan
Polisi: Pembuat Surat Swab Palsu Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Polisi: Pembuat Surat Swab Palsu Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Megapolitan
Usai Pedagang Mogok Jualan, Harga Daging Sapi Tak Juga Turun

Usai Pedagang Mogok Jualan, Harga Daging Sapi Tak Juga Turun

Megapolitan
RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, PPKM di Kota Bekasi Diperpanjang 30 Hari

Kasus Covid-19 Meningkat, PPKM di Kota Bekasi Diperpanjang 30 Hari

Megapolitan
TPU Covid-19 Penuh, Wagub DKI Tekankan Masih Banyak Lokasi Pemakaman di Jakarta

TPU Covid-19 Penuh, Wagub DKI Tekankan Masih Banyak Lokasi Pemakaman di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Tangsel Catat 291 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 25 Januari: Tangsel Catat 291 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Melawan Saat Tasnya Hendak Dirampas, Pria Ini Dikeroyok dan Ditusuk 2 Kali

Melawan Saat Tasnya Hendak Dirampas, Pria Ini Dikeroyok dan Ditusuk 2 Kali

Megapolitan
Pembuat Surat Swab Palsu Pasarkan Jasa Lewat Media Sosial hingga Door to Door

Pembuat Surat Swab Palsu Pasarkan Jasa Lewat Media Sosial hingga Door to Door

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Ada 2.451 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24.132 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 25 Januari: Ada 2.451 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24.132 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Jual Motor Hasil Curian, Maling Ini Berdalih Bagikan Sisa Uangnya ke Orang Tak Mampu

Jual Motor Hasil Curian, Maling Ini Berdalih Bagikan Sisa Uangnya ke Orang Tak Mampu

Megapolitan
Mengenal GeNose, Tarif, dan Efektivitas dalam Mendeteksi Covid-19

Mengenal GeNose, Tarif, dan Efektivitas dalam Mendeteksi Covid-19

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat Sawah Besar dan Lurah Sumur Batu Ditutup 3 Hari

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat Sawah Besar dan Lurah Sumur Batu Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Hujan Deras, Motor Pengemudi Ojol Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

Hujan Deras, Motor Pengemudi Ojol Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X