Kompas.com - 22/01/2020, 16:44 WIB
Kivlan Zen hadiri sidang eksepsi di PN Jakpus, Rabu (22/1/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKivlan Zen hadiri sidang eksepsi di PN Jakpus, Rabu (22/1/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Staf Kepala Komando Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI purnawirawan Kivlan Zen, terdakwa penguasaan senjata api illegal meminta Majelis Hakim untuk membebaskannya dari jeratan hukum.

Kivlan merasa dirinya tidak bersalah. Sebab dakwaan Jaksa kepadanya dinilai tidak membuktikan dirinya terlibat dalam kasus penguasaan senjata api illegal.

"Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak jelas, sebagai orang yang melakukan atau turut melakukan membantu tindak pidana (penguasaan senjata) terdakwa (Kivlan) dalam dakwaan tidak ada perannya, mohon Yang Mulia, dilepaskan dari jeratan hukum," ujar Kivlan dalam eksepsinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Kivlan Tuding Wiranto Korupsi Rp 10 Miliar Dana PAM Swakarsa

Kivlan menyebut dakwaan Jaksa terhadap dirinya tidak jelas. Sebab dalam dakwaan tidak pernah disebutkan dari mana asal peluru tajam itu.

Adapun saat itu Kivlan didakwa menguasai 117 peluru tajam.

Selain itu, Kivlan juga mengomentari dakwaan jaksa yang menyebutnya menyuruh anak buahnya untuk mencarikan senjata api.

Dalam dakwaan terkumpul ada empat pucuk senjata api yang dikuasai Kivlan saat itu.

"Saya tidak pernah menyuruh untuk mencarikan senjata api illegal," kata dia.

Baca juga: Mengaku Minta Iwan Beli Senjata Laras Panjang, Kivlan: Untuk Berburu Babi

Menurut dia, senjata api itu memang telah dimiliki lama oleh Helmi Hermawan alias Iwan, orang suruhan Kivlan.

"Saya tidak tahu menahu (tentang senjata api illegal yang dibeli anak buahnya). Saya pesan ke Iwan karena yang saya tahu senjata yang dia miliki berizin karena ada urusan dengan PT Secuirity," ujar Kivlan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

Megapolitan
Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Megapolitan
Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Megapolitan
Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Megapolitan
Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Megapolitan
Pemprov DKI Pelajari Rekomendasi KPK soal Pembatalan Perpanjangan Kontrak PAM Jaya dengan Aetra

Pemprov DKI Pelajari Rekomendasi KPK soal Pembatalan Perpanjangan Kontrak PAM Jaya dengan Aetra

Megapolitan
Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Megapolitan
Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Megapolitan
Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Megapolitan
KKP Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Kedatangan Penumpang dari India

KKP Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Kedatangan Penumpang dari India

Megapolitan
Viral, Porsche Boxter 718 Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama

Viral, Porsche Boxter 718 Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama

Megapolitan
Taruh Motor Ninja Curian di Bengkel, Pencuri Langsung Diringkus Polisi Saat Kembali

Taruh Motor Ninja Curian di Bengkel, Pencuri Langsung Diringkus Polisi Saat Kembali

Megapolitan
Syarat Perjalanan Diperketat, Warga Tetap Colong Start Mudik

Syarat Perjalanan Diperketat, Warga Tetap Colong Start Mudik

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Hari Ini, 23 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Hari Ini, 23 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X