Ruang Genset Pom Bensin di Pos Pengumben Terbakar, Polisi Periksa 5 Saksi

Kompas.com - 30/01/2020, 19:15 WIB
Ruang genset yang diduga terbakar di SPBU Pos Pengumben, Kembangan, Jakarts Barat, Selasa (28/1/2020) malam KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARRuang genset yang diduga terbakar di SPBU Pos Pengumben, Kembangan, Jakarts Barat, Selasa (28/1/2020) malam

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi sudah memeriksa lima orang saksi dalam kebakaran ruang genset SPBU Pertamina di Pos Pengumben, Kembangan, Jakarta Barat pada Selasa (28/1/2020) lalu.

"Dari TKP kebakaran ini sudah ada lima saksi yang kami periksa, baik dari karyawan maupun dari manajemen SPBU," kata Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Rulian Syauri di SPBU Pertamina, Pos Pengumben, Kamis (30/1/2020).

Baca juga: Seorang Petugas Keamanan SPBU Tewas Terbakar di Ruang Genset

Tidak hanya memeriksa lima orang saksi, Rulian juga menyebut rekaman kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian juga telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kemudian kita juga sudah memeriksa rekaman CCTV yang ada di pom, tapi saat ini masih kami pelajari apakah ada temuan-temuan yang menarik sehingga kita bisa kaitkan untuk penyebab kebakaran," ucap Rulian.

Diberitakan sebelumnya, ruang genset di SPBU Pertamina, Pos Pengumben terbakar pada Selasa (28/1/2020) malam.

Satu orang petugas sekuriti meninggal di tempat.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar ruang genset SPBU yang terbakar, polisi mengamankan barang-barang seperti kabel-kabel di dalam ruang genset, APAR (alat pemadam api ringan) dari ukuran besar hingga kecil.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Megapolitan
Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Megapolitan
Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Megapolitan
Pengganti Plastik, Pihak Pasar Akan Sediakan Kantong dari Daun Singkong

Pengganti Plastik, Pihak Pasar Akan Sediakan Kantong dari Daun Singkong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X