Kompas.com - 10/02/2020, 22:05 WIB
Hujan deras yang turun Rabu (20/7/2016) siang hingga sore menyebabkan rumah-rumah di RT 01 RW 04 Bukit Pamulang Indah, Tangerang Selatan, tergenang. dok warga Hujan deras yang turun Rabu (20/7/2016) siang hingga sore menyebabkan rumah-rumah di RT 01 RW 04 Bukit Pamulang Indah, Tangerang Selatan, tergenang.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan pengerukan tandon yang berada di wilayah Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI), Tangerang Selatan.

Pengerukan tandon sedalam 4 meter bertujuan mengatasi banjir di wilayah tersebut.

"Kalau untuk wilayah BPI itu ada ada 3 sampai 4 meter pengerukan. Saat ini masih on progres," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tangsel, Aris Kurniawan saat dihubungi, Senin (10/2/2020).

Menurut Aris, pengerukan tersebut dilakukan karena banyaknya endapan lumpur yang membuat tandon tak banyak menampung debit air.

Baca juga: Cegah Banjir, Pemkot Tangsel Lakukan Pengerukan Tandon Dangkal di BPI

"Lumpur udah banyak. Banyak sekali itu lumlurnya bisa dilihat. Rencana untuk antisipasi banjir normalisasi juga akan kita lakukan setiap satu tahun sekali," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salain melakukan pengerukan di BPI, DPU Tangsel juga akan melakukan hal serupa terhadap situ yang ada di wilayah Sasak dan Pamulang.

"Kerja sama dengan BBWS itu akan melakukan pengerukan Situ Sasak atau Pamulang. Karena debit air di Pamulang 200.000 padahal itu bisa menampung debit air 600.000," ungkap Aris.

Sebelumnya, warga BPI mengeluhkan tandon penampung air yang dinilai tidak terlalu dalam. Akibatnya, tandon tak dapat menampung aliran air sehingga menyebabkan banjir setiap kali turun hujan deras.

Selain itu, dua pompa penyedot air yang ada di lokasi disebut tak berfungsi seluruhnya. Persoalan ini dinilai menjadi bagian masalah banjir.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X