Mungkinkah Calon Korban WO Pandamanda Memperoleh Uangnya Kembali?

Kompas.com - 11/02/2020, 13:59 WIB
Lea (merah jambu), penyedia jasa sound system yang jadi korban dugaan penggelapan dana oleh Pandamanda, wedding organizer di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANLea (merah jambu), penyedia jasa sound system yang jadi korban dugaan penggelapan dana oleh Pandamanda, wedding organizer di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/2/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Polisi memperbarui jumlah calon pengantin yang berpotensi menjadi korban wanprestasi wedding organizer Pandamanda.

Hingga Selasa (11/2/2020) siang, Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah menyampaikan bahwa jumlah calon korban Pandamanda kian bengkak hingga lebih dari 70 pasang.

Mereka merupakan calon pengantin yang telanjur menyetorkan sejumlah dana pada Pandamanda melalui AS, bos Pandamanda.

Baca juga: Polisi Usut Kekayaan Bos WO Pandamanda

Seluruh calon korban itu berharap, dana yang telanjur mereka setorkan dapat kembali pada mereka. Namun, Azis belum sanggup menggaransi harapan tersebut dapat dilakukan.

"Nanti kami masih harus coba pisahkan dulu antara perbuatan (AS) yang sudah dilakukan, baru berikutnya dengan yang sudah disetorkan oleh klien," jelas Azis kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Selasa siang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harus dipilah dulu mana yang jadi barang bukti mana yang tidak," ia menambahkan.

Azis menyatakan, dana 70 calon pengantin itu masih mungkin kembali apabila dana itu masih tersimpan di rekening AS. Jika tidak, maka prosesnya akan lebih sulit.

"Masih memungkinkan (kembali) kalau duitnya masih ada," kata dia.

Baca juga: Terus Bertambah, Calon Korban WO Pandamanda di Depok Tembus 70 Orang

"Tapi kalau uangnya sudah dibelikan aset lain, kami perlu putusan pengadilan bahwa asetnya itu hasil tindak pidana," beber Azis.

AS ditangkap di dekat kantor Pandamanda di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Senin (3/2/2020), sehari setelah salah satu pengantin melaporkan fasilitas pesta pernikahan yang tidak sesuai dengan penawaran Pandamanda.

AS sendiri mengaku, masalah yang membelit Pandamanda disebabkan oleh mismanajemen yang berujung keterlambatan pengiriman semata.

AS kini ditahan di Mapolres Metro Depok. Ia dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan diancam kurungan maksimal 4 tahun.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Megapolitan
Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Megapolitan
Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Megapolitan
Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Megapolitan
Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Megapolitan
Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Megapolitan
Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Megapolitan
Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Megapolitan
Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Megapolitan
Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Megapolitan
Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Megapolitan
Disdik Kota Bekasi Berencana Izinkan Kegiatan Ekstrakurikuler SD dan SMP

Disdik Kota Bekasi Berencana Izinkan Kegiatan Ekstrakurikuler SD dan SMP

Megapolitan
Soal Tuduhan Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Polisi Tangkap dan Tahan Youtuber Savas

Soal Tuduhan Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Polisi Tangkap dan Tahan Youtuber Savas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.