Bawa Celurit, Seorang Remaja di Bogor Diamankan

Kompas.com - 14/02/2020, 16:18 WIB
Ilustrasi senjata tajam. Kompas.comIlustrasi senjata tajam.

BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor Bogor Utara mengamankan seorang remaja berinisial HA (15) karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit, Jumat (14/2/2020).

Kepala Polsek Bogor Utara Ajun Komisaris Ilot Djuanda mengatakan, pelaku diamankan oleh warga setempat setelah terlibat perkelahian dengan seorang pengendara mobil di Jalan Ahmad Adnawijaya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

"Iya, satu orang diamankan. Dia bawa sajam (senjata tajam). Masih diperiksa," kata Ilot, saat dihubungi.

Baca juga: Polisi Cari Begal yang Aniaya Korbannya dengan Celurit di Bekasi

Dirinya menuturkan, kejadian itu bermula ketika pelaku yang  sedang mengendarai sepeda motor bersenggolan dengan seorang pengemudi mobil.

Merasa tak terima, sambung Ilot, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam celurit.

"Jadi, dia (pelaku) lagi bawa kendaraan. Terus senggolan dengan orang (pengemudi mobil). Nggak terima, langsung ngeluarin celurit," sebutnya.

Lanjut dia, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Bogor Utara.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui motif pelaku membawa senjata tajam yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

"Masih diperiksa. Kita kan nggak tahu ada rencana apa dia bawa senjata tajam," pungkasnya.

Baca juga: Begal Bertopeng Tengkorak Bacok Penjaga Warung di Depok

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Megapolitan
Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Megapolitan
Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Megapolitan
Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Megapolitan
Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Megapolitan
Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Megapolitan
Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Megapolitan
Wali Kota Bogor Ungkap Kondisi Kesehatannya Selama Isolasi Covid-19

Wali Kota Bogor Ungkap Kondisi Kesehatannya Selama Isolasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Amankan 19 Pemuda yang Berkerumun di Palmerah dan Pasar Rumput

Polisi Amankan 19 Pemuda yang Berkerumun di Palmerah dan Pasar Rumput

Megapolitan
Istri Korban Tabrakan Maut di Karawaci: Kami Mengampuni pelaku, tapi Proses Hukum Harus Berjalan

Istri Korban Tabrakan Maut di Karawaci: Kami Mengampuni pelaku, tapi Proses Hukum Harus Berjalan

Megapolitan
Depok Masih Kaji PSBB, Wali Kota Minta BPTJ yang Batasi Transportasi

Depok Masih Kaji PSBB, Wali Kota Minta BPTJ yang Batasi Transportasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X