Dua Mahasiswi Bekasi Tiba di Rumah Usai Dikarantina, Dinkes: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Kompas.com - 16/02/2020, 12:20 WIB
Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi bersama dua mahasiswi asal Bekasi yang kuliah di Wuhan, China, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020). Dokumentasi Humas Pemerintah Kabupaten Bekasi.Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi bersama dua mahasiswi asal Bekasi yang kuliah di Wuhan, China, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua mahasiswi asal Kabupaten Bekasi telah kembali ke rumah usai menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Keduanya bernama Mursela dan Husnia. Mereka sebelumnya berada di Wuhan, China karena sedang menjalani beasiswa pertukaran mahasiswa di salah satu universitas di Ibu Kota Provinsi Hubei.

Namun, karena meluasnya Virus Corona di Wuhan, keduanya bersama 238 WNI lainnya di Wuhan mengikuti keputusan pemerintah untuk pulang ke Indonesia dan dikarantina di Natuna selama 14 hari.

Baca juga: Cerita Yusuf Bertahan Saat Terisolasi Dua Pekan di Wuhan China

Usai dikarantina selama 14 hari, mereka dan 238 WNI lainnya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu (15/2/2020) sore.

Kini, keduanya sudah kembali ke keluarga masing-masing di rumahnya, wilayah Kabupaten Bekasi.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan kedatangan WNI yang baru pulang dari Wuhan, China.

Baca juga: Mahasiswa Asal Bekasi Bersiap Lanjut Kuliah Sepulang dari Karantina di Natuna

Sebab, mereka telah dikarantina selama 14 hari, kemudian telah melalui proses penyaringan dan dinyatakan sehat.

"Anak-anak kita ini masuk ke Indonesia dari Wuhan itu sudah dalam kondisi sehat. Terkait Virus Corona sudah negatif. Nanti baru masuk ke Indonesia. Artinya kita hanya menjaga saja, takut dikhawatirkan terjadi sesuatu, makanya dikarantina selama 14 hari. Selebihnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Sri dalam keterangannya, Minggu (16/2/2020).

"Jadi memang secara keseluruhan sehat. Mereka setelah ini bisa beraktifitas seperti biasa. Sehat walafiat dan telah memiliki sertifikat sehat yang dikeluarkan oleh Kemenkes," lanjut Sri.

Pemulangan WNI yang diobservasi di Natuna berlangsung dengan tiga kali keberangkatan. Mereka dibawa pesawat Boeing 737 dan Hercules milik TNI AU.

Dari Bandara Halim Perdanakusuma, mereka kemudian kembali ke rumah masing-masing.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
Pemkab Bekasi Gelar Rapid Test Sistem Drive Thru, 77 Orang yang Diperiksa Negatif Covid-19

Pemkab Bekasi Gelar Rapid Test Sistem Drive Thru, 77 Orang yang Diperiksa Negatif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X