Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisnis Kematian, Peti Jenazah untuk Mereka yang Kaya hingga Papa

Kompas.com - 20/02/2020, 15:15 WIB
Singgih Wiryono,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

Selain membeli, tak sedikit pelanggan Sinar Terang secara suka rela membeli peti jenazah untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.

"Banyak juga yang nitip peti sosialnya, jadi kalau ada yang enggak mampu, kami kasih yang dititipkan," kata dia.

Berdampak berdayakan masyarakat

Tidak hanya menjadi ladang amal Indra, usaha peti jenazah yang dirintis kakeknya puluhan tahun lalu juga berdampak pada pemberdayaan masyarakat sekitar.

Setidaknya, ada 70 karyawan harian yang bekerja di pembuatan peti jenazah tersebut.

Bisa jadi bertambah ketika pelanggan Indra meminta seluruh pengurusan jenazah mulai dari memandikan jenazah sampai mengubur dipercayakan ke Sinar Terang.

Baca juga: Peti Mati hingga Kopi, Suvenir Khas Toraja di ITF

"Kami juga jual paket lengkap. Biasanya bagi mereka yang tradisi masih kuat, kami siapkan semuanya," kata dia.

Begitu juga dengan proses pemakaman. Karena harus sangat hati-hati. Ketika peti jenazah yang beratnya bisa mencapai setengah ton itu turun ke liang lahat, harus ada minimal 20 orang yang menurunkan peti tersebut.

"Kan enggak boleh kepeleset, apalagi keguling (terguling), karena di dalamnya ada mendiang," kata dia.

Setiap kali seremoni pemakaman, Indra bisa memanggil pekerja harian lepas ditambah karyawannya hingga ratusan orang.

Mempersiapkan beragam alat upacaya mulai dari lentera, rumah-rumahan bahkan seragam khusus keluarga yang berduka cita juga ditangani Indra.

Selain menjual kepada beragam keluarga etnis dan kepercayaan yang menggunakan peti jenazah untuk pemakaman, Indra bekerja sama dengan beberapa rumah duka untuk melebarkan sayap usahanya.

Misalnya di rumah duka Boen Tek Bio di Kota Tangerang, Indra menjadi pemasok peti jenazah di sana ketika ada yang meninggal.

Dia yakin, dengan meneruskan bisnis kakeknya tersebut dia bisa memaknai beragam pelajaran dari kematian-kematian dari setiap orang yang dia siapkan 'kamar' terakhirnya di dunia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kriteria Sosok yang Pantas Pimpin Jakarta bagi Ahok, Mau Buktikan Sumber Harta sampai Menerima Warga di Balai Kota

Kriteria Sosok yang Pantas Pimpin Jakarta bagi Ahok, Mau Buktikan Sumber Harta sampai Menerima Warga di Balai Kota

Megapolitan
Sedang Jalan Kaki, Perempuan di Kebayoran Baru Jadi Korban Pelecehan Payudara

Sedang Jalan Kaki, Perempuan di Kebayoran Baru Jadi Korban Pelecehan Payudara

Megapolitan
Polisi Tangkap Aktor Epy Kusnandar Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Polisi Tangkap Aktor Epy Kusnandar Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Bakal Cek Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1445 H

Pemprov DKI Jakarta Bakal Cek Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1445 H

Megapolitan
Pekerja yang Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan Disebut Sedang Bersihkan Talang Air

Pekerja yang Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan Disebut Sedang Bersihkan Talang Air

Megapolitan
Setuju Jukir Ditertibakan, Pelanggan Minimarket: Kalau Enggak Dibayar Suka Marah

Setuju Jukir Ditertibakan, Pelanggan Minimarket: Kalau Enggak Dibayar Suka Marah

Megapolitan
Bercak Darah Masih Terlihat di Lokasi Terjatuhnya Pekerja dari Atap Stasiun LRT Kuningan

Bercak Darah Masih Terlihat di Lokasi Terjatuhnya Pekerja dari Atap Stasiun LRT Kuningan

Megapolitan
Pekerja Proyek Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan, Diduga Tak Pakai Alat Pengaman

Pekerja Proyek Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan, Diduga Tak Pakai Alat Pengaman

Megapolitan
Pendaftar Masih Kurang, Perekrutan Anggota PPS di Jakarta untuk Pilkada 2024 Diperpanjang

Pendaftar Masih Kurang, Perekrutan Anggota PPS di Jakarta untuk Pilkada 2024 Diperpanjang

Megapolitan
Pekerja Proyek Diduga Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan

Pekerja Proyek Diduga Jatuh dari Atap Stasiun LRT Kuningan

Megapolitan
25 Warga Depok Tertipu Investasi Emas 'Bodong', Total Kerugian Capai Rp 6 Miliar

25 Warga Depok Tertipu Investasi Emas "Bodong", Total Kerugian Capai Rp 6 Miliar

Megapolitan
Pelanggan Minimarket: Ada atau Enggak Ada Jukir, Tak Bisa Jamin Kendaraan Aman

Pelanggan Minimarket: Ada atau Enggak Ada Jukir, Tak Bisa Jamin Kendaraan Aman

Megapolitan
4 Bocah Laki-laki di Cengkareng Dilecehkan Seorang Pria di Area Masjid

4 Bocah Laki-laki di Cengkareng Dilecehkan Seorang Pria di Area Masjid

Megapolitan
KPU DKI Bakal 'Jemput Bola' untuk Tutupi Kekurangan Anggota PPS di Pilkada 2024

KPU DKI Bakal "Jemput Bola" untuk Tutupi Kekurangan Anggota PPS di Pilkada 2024

Megapolitan
Sudirman Said Bakal Maju Jadi Cagub Independen Pilkada DKI, Berpasangan dengan Abdullah Mansuri

Sudirman Said Bakal Maju Jadi Cagub Independen Pilkada DKI, Berpasangan dengan Abdullah Mansuri

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com