Kompas.com - 21/02/2020, 15:05 WIB
Pria bernama Yosep mengaku wartawan (tengah gondrong) diciduk Satpol PP Kota Tangerang IstimewaPria bernama Yosep mengaku wartawan (tengah gondrong) diciduk Satpol PP Kota Tangerang

TANGERANG, KOMPAS.com - Wartawan gadungan bernama Yosep  memeras pengurus sekolah SD Negeri 2 Karawaci, Kota Tangerang, sejak 2015 lalu.

"(Pemerasan) sejak tahun 2015," kata Kepala Sekolah SDN 2 Karawaci, Dedeh Derniati, di Gedung TMP Taruna Kota Tangerang, Jumat (21/2/2020).

Dedeh juga membeberkan kelakuan Yosep saat meminta uang ke pihak sekolah. Kata dia, Yosep tidak akan pergi jika tidak diberikan uang.

"Biasanya sih iya, kalau belum dikasih, belum pergi," ujar dia.

Baca juga: Wartawan Gadungan Bentak-bentak Guru Depan Murid di Kota Tangerang

Dedeh kemudian menandai (tag) akun Instagram Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah saat mengundah video aksi Yosep ke media sosial.

"Kalau pribadi nggak usah (lanjut ke proses hukum), tapi ikut proses hukum dan arahan dari atasan kami. Kami juga punya atasan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang wartawan gadungan diamankan Satpol PP Kota Tangerang pada Selasa lalu setelah membentak-bentak seorang guru di SD Negeri 2 Karawaci Kota Tangerang.

Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Kota Tangerang Agapito De Araujo mengatakan, penangkapan dilakukan setelah video rekaman yang menampilkan seorang guru dibentak pelaku bernama Yosep itu beredar luas.

"Diamankan karena membuat kegaduhan di depan anak-anak SD," kata Agapito, Kamis kemarin.

"Dia ngaku wartawan juga, dia bawa surat kabar sinar apa ke mana-mana," imbuhnya.

Pria tersebut juga tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) saat dimintai Satpol PP untuk menunjukkan identitasnya.

"Ditanya KTP dia nggak punya," ujar Agapito.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan Jasad Pria di Makasar Jaktim, Diduga Meninggal karena Penyakit Komplikasi

Temuan Jasad Pria di Makasar Jaktim, Diduga Meninggal karena Penyakit Komplikasi

Megapolitan
Gagal Diselundupkan ke Singapura, 144.100 Benih Lobster Dilepas ke Perairan Kepulauan Seribu

Gagal Diselundupkan ke Singapura, 144.100 Benih Lobster Dilepas ke Perairan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Permohonan Maaf dan Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok

Permohonan Maaf dan Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok

Megapolitan
Tukang Tambal Penebar Ranjau Paku Naikkan Harga Ban Dalam Motor Tiga Kali Lipat

Tukang Tambal Penebar Ranjau Paku Naikkan Harga Ban Dalam Motor Tiga Kali Lipat

Megapolitan
Gapura Batas Tangsel-Jaksel Tak Terawat, Penuh Coretan dan Pampang Foto Kepala Daerah Lama

Gapura Batas Tangsel-Jaksel Tak Terawat, Penuh Coretan dan Pampang Foto Kepala Daerah Lama

Megapolitan
5 Kendaraan Tabrakan Beruntun di JORR Kampung Rambutan Arah Pondok Indah

5 Kendaraan Tabrakan Beruntun di JORR Kampung Rambutan Arah Pondok Indah

Megapolitan
Tingkatkan Penjualan Produk UMKM, Pemkot Bekasi Akan Gelar Senam Disertai Bazar

Tingkatkan Penjualan Produk UMKM, Pemkot Bekasi Akan Gelar Senam Disertai Bazar

Megapolitan
Bengkel Tambal Ban Milik Penebar Ranjau Paku Payung Kerap Berpindah Lokasi

Bengkel Tambal Ban Milik Penebar Ranjau Paku Payung Kerap Berpindah Lokasi

Megapolitan
Jasad Pria Ditemukan di Dalam Kontrakan di Makasar Jaktim

Jasad Pria Ditemukan di Dalam Kontrakan di Makasar Jaktim

Megapolitan
Ditangkap, Penebar Ranjau Paku di Jalan MT Haryono adalah Penambal Ban

Ditangkap, Penebar Ranjau Paku di Jalan MT Haryono adalah Penambal Ban

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Minta Maaf ke Keluarga dan Komandan Korban

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Minta Maaf ke Keluarga dan Komandan Korban

Megapolitan
Catat, 8 Titik Crowd Free Night di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

Catat, 8 Titik Crowd Free Night di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

Megapolitan
Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Megapolitan
Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok: Solidaritas Sesama Saudara

Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok: Solidaritas Sesama Saudara

Megapolitan
Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.