Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahas Banjir, Pemprov Jabar Panggil Bupati hingga Wali Kota yang Wilayahnya Terdampak

Kompas.com - 27/02/2020, 17:26 WIB
Cynthia Lova,
Jessi Carina

Tim Redaksi


BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemprov Jabar akan memanggil bupati hingga wali kota kawasan Jawa Barat yang wilayahnya terdampak banjir pada Jumat (28/2/2020) besok.

Pertemuan itu untuk membahas solusi persoalan banjir di sejumlah titik Jawa Barat sekaligus menindaklanjuti kunjungannya hari ini meninjau banjir di Bekasi.

Sebab sejak Senin (24/2/2020), sejumlah daerah di Jabar diterjang banjir terutama di kawasan pantai utara mulai dari Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Baca juga: Cerita Warga Korban Banjir di Kelapa Gading: Bersekolah dengan Seragam Seadanya...

"Besok akan kami rapatkan, yang jelas untuk ke depan ada progres. Tidak bisa saya datang ke sini hanya ninjau lihat kiri kanan tetapi tidak ada progres,” kata Uu di Perumahan Bumi Nasio Bekasi, Kamis (27/2/2020).

“Kami koordinasi dengan seluruh lembaga terkait, termasuk pemerintah, BWSCC dan dinas-dinas. Itu langkah yang akan dilakukan rapat akan mereka panggil para bupati dan wali kota yang daerahnya kena bencana,” tambah Uu.

Uu mengatakan, nantinya rapat itu membahas apa saja yang dibutuhkan untuk menanggulangi banjir di Jawa Barat.

Baca juga: Pemprov Jawa Barat Beri Bantuan Rp 750 Juta untuk Korban Banjir di Bekasi

Mulai dari solusi terbaik jangka pendek hingga solusi permanen untuk mengatasi bencana banjir itu.

“Kemudian dalam rapat itu harus diambil sebuah keputusan, bagaimana caranya, tanggap darurat dulu, atau caranya pembangunan secara permanen (atasi banjir). Misalnya dengan membuat satu sodetan atau pengerukan atau normalisasi," kata dia.

Ia berharap dengan adanya rapat itu penanganan banjir pun akan segera dilaksanakan.

“Secepat mungkin (ditangani banjir), tetapi melalui prosedur karena yang digunakan adalah anggaran negara dan keputusan pemerintah semuanya harus memiliki legalitas formal, harus memiliki payung hukum, kami tidak bisa bertindak tanpa payung hukum,” tutur dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Berencana Periksa Seluruh Kru Band Virgoun Soal Kasus Narkoba

Polisi Berencana Periksa Seluruh Kru Band Virgoun Soal Kasus Narkoba

Megapolitan
Remaja di Duren Sawit Naik Pitam, Tusuk Ayah Kandung hingga Tewas karena Sakit Hati Dituduh Mencuri

Remaja di Duren Sawit Naik Pitam, Tusuk Ayah Kandung hingga Tewas karena Sakit Hati Dituduh Mencuri

Megapolitan
Menengok 'Sekolah di Utara' untuk Anak Kurang Mampu di Cilincing, Ada di Kolong Jembatan Berdebu

Menengok "Sekolah di Utara" untuk Anak Kurang Mampu di Cilincing, Ada di Kolong Jembatan Berdebu

Megapolitan
Amukan Penonton Gagal Lihat Idola, Berujung Penjarahan dan Perusakan di Konser Lentera Festival

Amukan Penonton Gagal Lihat Idola, Berujung Penjarahan dan Perusakan di Konser Lentera Festival

Megapolitan
Sakit Hati Remaja di Jaktim Dikatai 'Anak Haram' yang Buatnya Gelap Mata Bunuh Ayah Sendiri

Sakit Hati Remaja di Jaktim Dikatai "Anak Haram" yang Buatnya Gelap Mata Bunuh Ayah Sendiri

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 25 Juni 2024

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 25 Juni 2024

Megapolitan
Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 25 Juni 2024

Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 25 Juni 2024

Megapolitan
Pengendara Wanita Tewas di Tempat Usai Ditabrak Mobil Pikap di Cilincing

Pengendara Wanita Tewas di Tempat Usai Ditabrak Mobil Pikap di Cilincing

Megapolitan
Problematika Rumah Subsidi, Banyak Pembeli Bertujuan Investasi demi Untung Besar

Problematika Rumah Subsidi, Banyak Pembeli Bertujuan Investasi demi Untung Besar

Megapolitan
Pengamat: Harga Rumah Subsidi Rp 160 Juta-Rp 240 Juta Sulit Diwujudkan sebagai Hunian Layak

Pengamat: Harga Rumah Subsidi Rp 160 Juta-Rp 240 Juta Sulit Diwujudkan sebagai Hunian Layak

Megapolitan
Kualitas Bangunan dan Lokasi Jauh Jadi Penyebab Rumah Subsidi di Cikarang Kosong Terbengkalai

Kualitas Bangunan dan Lokasi Jauh Jadi Penyebab Rumah Subsidi di Cikarang Kosong Terbengkalai

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Selasa 25 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Selasa 25 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Berawan

Megapolitan
Soal Kans Sahroni Maju Pilkada Jakarta, Surya Paloh: Cek Dulu, Dia Siap Lahir Batin atau Enggak?

Soal Kans Sahroni Maju Pilkada Jakarta, Surya Paloh: Cek Dulu, Dia Siap Lahir Batin atau Enggak?

Megapolitan
Anak Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Sempat Kabur lalu 'Dijebak' Tetangga

Anak Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Sempat Kabur lalu "Dijebak" Tetangga

Megapolitan
Ayah di Duren Sawit Tewas di Tangan Putri Kandung, Ditikam Saat Tidur

Ayah di Duren Sawit Tewas di Tangan Putri Kandung, Ditikam Saat Tidur

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com