Tahun Ini, PT MRT Jakarta Akan Bentuk Perusahaan Patungan Bidang TOD dan Ticketing

Kompas.com - 28/02/2020, 11:47 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar saat pemaparan di Kantor PT MRT Jakarta, Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIDirektur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar saat pemaparan di Kantor PT MRT Jakarta, Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta bakal kembali membentuk anak perusahaan atau perusahaan patungan tambahan pada tahun 2020 ini.

Pembentukan anak usaha baru ini menyusul pembentukan perusahaan patungan sebelumnya yang digagas oleh PT MRT Jakarta dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bernama Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, dua anak usaha itu akan bergerak di bidang tiket (ticketing) dan transit oriented development (TOD).

Baca juga: Cegah Banjir, 9 Stasiun MRT Fase 2 Akan Dipasangi Panel Pelindung

"Tahun ini akan punya dua anak usaha. Anak usaha TOD kita akan menunggu pergub TOD turun, TOD sudah siap dieksekusi dan bentuknya anak usaha. Satu lagi anak usaha bersama Jakpro untuk perusahaan ticketing. Nanti berkaitan ticketing Jak Lingko tiket diintegrasikan," ucap William di kantor PT MRT Jakarta, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020) sore.

Untuk anak perusahaan yang bergerak di bidang di ticketing, William memastikan akan bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Transjakarta.

Sedangkan untuk anak perusahaan TOD akan bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bisnis properti.

Menurut William, bisnis TOD perlu dipisahkan dari bisnis utama PT MRT Jakarta yang mengerjakan pembangunan dan perkeretaan.

"Jadi dia terpisah dari bisnis utama pembangunan dan menjalankan kereta MRT. Nah, anak usahanya ini betul-betul TOD. Inilah yang akan menjalin proses kemitraan proses bisnis dengan seluruh orang-orang yang berminat berinvestasi dengan TOD ini," kata dia.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta membentuk perusahaan patungan dengan PT KAI untuk mengintegrasikan transportasi di Jabodetabek.

Pembentukan perusahaan patungan itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT KAI dan PT MRT Jakarta di Kantor Kementerian BUMN, Jumat (10/1/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penandatanganan kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari perjanjian rencana pembentukan perusahaan yang disepakati pada 9 Desember 2019.

Baca juga: PT MRT Jakarta Akan Tata Stasiun Tanah Abang hingga Senen

"Persis satu bulan, sekarang kami bersama-sama menyaksikan share of agreement, menandai lahirnya sebuah JV (joint venture) yang kami beri nama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek," kata Anies saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Anies berujar, perusahaan patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta akan mengelola dan menata 72 stasiun yang terintegrasi dengan angkutan umum lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Megapolitan
Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Megapolitan
Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X