Merespons Virus Corona, Pemkot Tangerang Kumpulkan Pengelola Pabrik

Kompas.com - 03/03/2020, 11:51 WIB
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (6/1/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWalikota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (6/1/2020)
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meminta Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang untuk mengumpulkan pengelola pabrik yang berdiri di wilayah Kota Tangerang.

Arief mengatakan, pengumpulan pengelola pabrik tersebut berkaitan dengan sosialisasi pencegahan virus Corona melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"(Pengelola) pabrik dikumpulkan oleh Disnaker akan disosialisasikan (PHBS)," kata dia saat ditemui Kompas.com di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: 11 Mitos tentang Virus Corona yang Tak Usah Dipercaya Lagi

Menurut Arief, langkah tersebut diambil untuk mencegah penularan virus Covid-19 secara dini.

Nantinya setelah dikumpulkan, para pengelola pabrik yang beroperasi di Kota Tangerang wajib memberikan sosialisasi kepada karyawan yang bekerja di tempat mereka.

"Agar masyarakat khususnya karyawan semakin paham betul menjaga PHBS," kata dia.

Selain mengumpulkan pengelola pabrik dan pemilik perusahaan, Arief Wismansyah juga mengumpulkan kepala sekolah di wilayah Kota Tangerang untuk cepat tanggap memberikan edukasi PHBS ke peserta didik.

"Saya mempersiapkan instruksi Wali Kota untuk seluruh OPD dan Dinas Pendidikan akan menginstruksikan seluruh kepala sekolah yang nantinya mensosialisasikan ke seluruh murid untuk melaksanakan PHBS," kata dia.

Baca juga: Pemprov DKI Jamin Seluruh Bahan Pangan Terus Tersedia, Warga Tak Perlu Borong

Arief mengatakan, dengan melakukan sosialisasi PHBS, kemungkinan untuk terinfeksi Virus Corona bisa diminimalkan.

Gerakan PHBS tersebut, lanjut Arief, sebagai upaya Pemkot Tangerang mencegah dan melindungi warganya dari virus Corona.

"Solusinya hanya bisa dilakukan dengan PHBS untik mengantisipasi dan juga peningkatan sistem imun masyarakat," kata dia.

Dua warga Depok, ibu (64) dan anak (31), sebelumnya positif terkena virus Corona. Keduanya kini dirawat di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Pusat.

Awalnya, sang anak tertular setelah berinteraksi dengan warga negara Jepang.

Belakangan, WN Jepang tersebut dipastikan positif Corona setelah dirawat di Malaysia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

Megapolitan
Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Akibat Korsleting Listrik, 65 Rumah Terbakar

Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Akibat Korsleting Listrik, 65 Rumah Terbakar

Megapolitan
Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

Megapolitan
Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X