Mahasiswi UIN Ciputat Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual

Kompas.com - 06/03/2020, 14:16 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. Ilustrasi pelecehan seksual.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sebuah pesan berantai tentang pelecehan seksual terhadap salah satu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, beredar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, Jumat (6/3/2020).

Dalam pesan tersebut berisikan, seorang mahasiswi Fakultas Tarbiyah semester delapan mengalami pelecehan tepat di belakang gedung Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Jalan Haji Nipan, Ciputat Tangerang Selatan, Rabu (4/3/2020).

Pelaku disebut memegang bagian dada korban.

Baca juga: Kronologi Pelecehan Seksual Mahasiswi UI di Lingkungan Kampus

Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika mengatakan, pendamping korban telah menghubungi Polsek Ciputat terkait kasus pelecehan tersebut.

Komunikasi tersebut dilakukan untuk proses pembuatan laporan.

"Terkait korban melalui pendampingnya sudah menelpon ibu wakapolsek," kata Endy kepada Kompas.com, Jumat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, karena tak ada unit Perlindungan Perempuan dan Anak, saat itu korban diarahkan untuk membuat laporan ke Polres Tangerang Selatan.

"Jadi dikarenakan polsek tidak ada unit PPA jadi diarahkan wakapolsek diarahkan ke Polres Tangerang Selatan," tutupnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Jusuf Hamka Geram Ada Kartel Krematorium, Putuskan Bantu Tanpa Lihat Agama

Cerita Jusuf Hamka Geram Ada Kartel Krematorium, Putuskan Bantu Tanpa Lihat Agama

Megapolitan
Minta Pemkot Tangerang Tak Bergantung ke Pemerintah Pusat soal Bansos, Mendagri: Pengusaha Keluarkan CSR

Minta Pemkot Tangerang Tak Bergantung ke Pemerintah Pusat soal Bansos, Mendagri: Pengusaha Keluarkan CSR

Megapolitan
Pemprov DKI Salurkan 138 Tabung Oksigen Hasil Sitaan Polisi ke Puskesmas

Pemprov DKI Salurkan 138 Tabung Oksigen Hasil Sitaan Polisi ke Puskesmas

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Masih Sepi, Jumlah Pengunjung Tak Sampai 1.000 Orang Per Hari

Pasar Tanah Abang Masih Sepi, Jumlah Pengunjung Tak Sampai 1.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Jadi Buru-buru Layani Pembeli, Pengusaha Warteg Minta Aturan Makan 20 Menit Ditiadakan

Jadi Buru-buru Layani Pembeli, Pengusaha Warteg Minta Aturan Makan 20 Menit Ditiadakan

Megapolitan
Viral Foto Pasien Isoman Jajan Bakso, Satpol PP Tegur Pihak Hotel

Viral Foto Pasien Isoman Jajan Bakso, Satpol PP Tegur Pihak Hotel

Megapolitan
Warga Bisa Pinjam Tabung Oksigen Gratis di Kelurahan Ciracas

Warga Bisa Pinjam Tabung Oksigen Gratis di Kelurahan Ciracas

Megapolitan
Pengawasan Warung Makan di Bogor, Kasatpol PP: Agak Sulit Nempatin Anggota di Tiap Titik

Pengawasan Warung Makan di Bogor, Kasatpol PP: Agak Sulit Nempatin Anggota di Tiap Titik

Megapolitan
Video Viral Pencurian Ponsel di Kafe Bermodus Bawa Keluarga, Begini Kronologinya

Video Viral Pencurian Ponsel di Kafe Bermodus Bawa Keluarga, Begini Kronologinya

Megapolitan
Mendagri Minta Pemkot Tangerang Bentuk Tim Khusus Tracing Covid-19

Mendagri Minta Pemkot Tangerang Bentuk Tim Khusus Tracing Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Keluarkan Edaran untuk Pekerja Sektor Esensial

Pemkot Bekasi Keluarkan Edaran untuk Pekerja Sektor Esensial

Megapolitan
Anies Jawab Meme Makan di Warteg dengan Aturan Maksimal 20 Menit

Anies Jawab Meme Makan di Warteg dengan Aturan Maksimal 20 Menit

Megapolitan
PKL Boleh Layani Makan di Tempat, Bima Arya: Maksimal 3 Pengunjung, Waktu Makan 20 Menit

PKL Boleh Layani Makan di Tempat, Bima Arya: Maksimal 3 Pengunjung, Waktu Makan 20 Menit

Megapolitan
PPKM Level 4 di Jakarta, Bengkel hingga 'Barbershop' Boleh Buka

PPKM Level 4 di Jakarta, Bengkel hingga "Barbershop" Boleh Buka

Megapolitan
PPKM Level 4 Masih Berlangsung, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa untuk Naik Pesawat atau Kereta Api Jarak Jauh

PPKM Level 4 Masih Berlangsung, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa untuk Naik Pesawat atau Kereta Api Jarak Jauh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X