Pemkot Tunjuk RSUD Kota Bekasi Jadi Rujukan Pasien Covid-19

Kompas.com - 17/03/2020, 12:06 WIB
Penanganan virus corona di RSUD Bekasi, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAPenanganan virus corona di RSUD Bekasi, Kamis (5/3/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi menjadi rumah sakit rujukan bagi warga Bekasi yang memiliki gejala Covid-19 atau virus corona hendak periksa maupun berobat.

Wali Kota Bekasi, Rachmat Effendi mengatakan hal ini agar tidak ada lagi penumpukan di sejumlah rumah sakit rujukan yang sebelumnya menjadi rujukan Kemenkes terkait pengobatan pasien Covid-19.

Pasalnya sejumlah rumah sakit rujukan di Jakarta sudah mulai banyak pasien yang menumpuk. Mulai dari RSUP Persahabatan, RSPI, hingga RSPAD.

Baca juga: Anies Terbitkan Edaran untuk Atur Pegawai Pemprov DKI Kerja dari Rumah

“Nah persoalan pertama bagaimana mengantisipasi standar pelayanan dalam rangka isolasi jika ada peningkatan status suspect ke positit (berlaku bagi warga Bekasi),” ujar Rachmat Effendi alias Pepen di Bekasi, Senin (16/3/2020).

Pepen memastikan RSUD Bekasi telah siap melayani pasien Covid-19.

“Kita punya standar pelayanan yang sama dengan rumah sakit yang diberikan pemerintah, ini inisiatif kepala daerah Wali Kota dan rumah sakit beserta seluruh jajaran dokter, Dinas Kesehatan dalam upaya tidak perlu lagi antre (berobat atau cek Covid-19),” kata Pepen.

Direktur RSUD Kota Bekasi, Kusnanto Saidi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lantai 6 RSUD Bekasi untuk pengobatan pasien Covid-19.

Jika nanti akan melakukan pengecekan Covid-19, masyarakat diarahkan untuk ke lantai 6.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Alun-alun Bekasi Ditutup

Di lantai 6 ini disiapkan lift khusus bagi penggunanya sehingga mencegah terjadinya penyebaran virus tersebut.

Di lantai 6 itu, pasien dapat pemeriksaan atau rontgen paru-paru hingga ruangan isolasi yang bertekanan negatif.

“Nanti kita periksa darah, rontgen, dan bisa langsung periksa swab (lendir). Namun, hasilnya tetap menunggu antrean dari Litbangkes Kemenkes,” ucap dia.

Selama menunggu hasil dari Litbangkes, pasien diisolasi di satu ruangan. Satu ruangan tersebut bisa menampung enam pasien Covid-19.

Kasur enam pasien yang disatukan di dalam satu ruangan itu dibatasi oleh sekat atau akrilik.

“Ruangannya bertekanan negatif sudah dilengkapi monitor ventilator. Lalu dilengkapi hepa filter. Sehingga dipastikan tidak ada penularan dan pasien nyaman,” tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang Berakhir, Kadishub DKI Imbau Warga Kembali ke Jakarta Sebelum 1 November

Libur Panjang Berakhir, Kadishub DKI Imbau Warga Kembali ke Jakarta Sebelum 1 November

Megapolitan
Kendala Operasional di Stasiun Kampung Bandan, Simak Rekayasa di 3 Rute Perjalanan KRL

Kendala Operasional di Stasiun Kampung Bandan, Simak Rekayasa di 3 Rute Perjalanan KRL

Megapolitan
Pekerja Proyek Tewas Setelah Hanyut di Kolam Resapan Air

Pekerja Proyek Tewas Setelah Hanyut di Kolam Resapan Air

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Catat Angka Pergerakan Penumpang Tertinggi Selama Pandemi

Bandara Soekarno-Hatta Catat Angka Pergerakan Penumpang Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
3 Hari Terakhir, 509.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

3 Hari Terakhir, 509.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Megapolitan
Libur Panjang, Lonjakan Penumpang Bus AKAP di Terminal Poris Plawad Capai 62 Persen

Libur Panjang, Lonjakan Penumpang Bus AKAP di Terminal Poris Plawad Capai 62 Persen

Megapolitan
Tawuran Pelajar SMK di Depok, Satu Siswa Tewas dan Seorang Luka Bacok

Tawuran Pelajar SMK di Depok, Satu Siswa Tewas dan Seorang Luka Bacok

Megapolitan
Ini Alasan Bioskop XXI di Jakarta Belum Beroperasi meski Sudah Diizinkan

Ini Alasan Bioskop XXI di Jakarta Belum Beroperasi meski Sudah Diizinkan

Megapolitan
Sepi Penumpang meski Libur Panjang, Kepala Terminal Kalideres: Banyak yang Pakai Kendaraan Pribadi

Sepi Penumpang meski Libur Panjang, Kepala Terminal Kalideres: Banyak yang Pakai Kendaraan Pribadi

Megapolitan
Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Megapolitan
Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

Megapolitan
Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Megapolitan
Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X