Cegah Covid-19, Polres Metro Jakarta Utara Tiadakan Jam Besuk Tahanan untuk Sementara

Kompas.com - 18/03/2020, 09:10 WIB
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto memberi keterangan terkait ponsel ilegal dikantornya, Selasa (3/12/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIKapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto memberi keterangan terkait ponsel ilegal dikantornya, Selasa (3/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Utara untuk sementara meniadakan jam besuk tahanan di rutan mereka.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan peniadaan jam besuk ini dilakukan agar tahanan terhindari dari penyakit yang diakibatkan virus corona ini.

" Jam besuk tahanan ditiadakan setelah ada arahan Presiden terkait social distance. Karena, saya ingin melindungi para tahanan kami agar tidak tertular virus Covid-19," kata Budhi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

Budhi mengatakan, peniadaan jam besuk ini sudah diberlakukan sejak Minggu (15/3/2020) malam.

Baca juga: Polda Metro Catat Penurunan Arus Kendaraan ke Luar Jakarta

Namun, peniadaan jam besuk ini sifatnya sementara. Polres Metro Jakarta Utara masih merancang standar operasional prosedur (SOP) pertemuan antara keluarga dengan tahanan.

"Kami lagi perbaiki SOP dan sarana pertemuan antara pembesuk dan yang dibesuk," ucap Budhi.

Adapun hingga Selasa (17/3/2020), ada 172 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19.

Jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3/2020) sore.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menjelaskan bahwa penambahan jumlah kasus itu merupakan pasien yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X