Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/03/2020, 16:46 WIB
Walda Marison,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA,KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, pihak Pemprov DKI Jakarta tengah gencar melakukan penutupan tempat hiburan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Salah satu tempat hiburan yang ditutup sementara adalah kafe dan bar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Penutupan itu, lanjut Marullah, dilakukan hari ini, Senin (23/3/2020), berkaitan dengan upaya pemerintah memberlakukan social distancing.

“Ya penutupan berkaitan soal itu dong. Ada edaran Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif,” kata Marullah saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/3/2020).

“Pokoknya semua akan ditutup tanpa terkecuali,” tambah dia.

Baca juga: Pemprov DKI Tutup Kelab Malam, Karaoke, Spa, hingga Bioskop Selama 2 Pekan

Sebelummya, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan sempat membubarkan sejumlah anak muda yang berkumpul di kawasan Blok M.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya mewajibkan sejumlah kegiatan usaha pariwisata ditutup sementara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, penutupan sementara dilakukan selama dua pekan, mulai 23 Maret sampai 5 April 2020.

Baca juga: Pemprov DKI Ancam Cabut Izin Kelab Malam, Spa hingga Bioskop yang Masih Beroperasi

Cucu berujar, ada lebih kurang 17 jenis usaha pariwisata yang harus ditutup, mulai dari kelab malam hingga bioskop.

"Termasuk kelab malam, diskotek, karaoke, bar, griya pijat, spa, bioskop, biliar, bola gelinding, mandi uap, dan seluncur," kata Cucu.

Penutupan sementara itu telah dituangkan dalam Surat Edaran tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata dalam Rangka Kewaspadaan Penularan Infeksi Covid-19.

Pemprov DKI mengancam akan mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) atau izin kegiatan usaha pariwisata yang masih beroperasi.

Dinas Pariwisata bersama Satpol PP, kata Cucu, akan bersama-sama memantau kegiatan-kegiatan usaha yang seharusnya ditutup sementara.

Baca juga: Suara Sopir Ojol: Penghasilan Menurun Drastis, Khawatir Keluarga, hingga Harapan Perginya Virus Corona

Tentunya, pencabutan izin tidak dilakukan serta-merta. Pemprov DKI akan memberikan surat peringatan terlebih dahulu ketika menemukan kegiatan usaha pariwisata yang masih beroperasi.

Apabila tiga kali surat peringatan tidak diindahkan, Pemprov DKI barulah akan mencabut izin usaha kegiatan tersebut.

Hingga Senin sore, total ada 579 kasus Covid-19 di Tanah Air. Angka ini bertambah 65 kasus sejak pemerintah mengumumkan data pada Minggu (22/3/2020) sore, atau dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, total jumlah pasien yang sembuh sebanyak 30 orang dan 49 orang meninggal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Demo 'Tandingan' di Gedung DPR, Ada Kelompok Massa Tolak Tuntutan Pemakzulan Jokowi

Demo "Tandingan" di Gedung DPR, Ada Kelompok Massa Tolak Tuntutan Pemakzulan Jokowi

Megapolitan
BPBD DKI: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Sekitarnya pada 1-8 Maret 2024

BPBD DKI: Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Sekitarnya pada 1-8 Maret 2024

Megapolitan
Ukurannya Lebar, Trotoar di Jalan Nyi Raja Permas 'Dikorbankan' Pemkot Bogor Jadi Tempat PKL

Ukurannya Lebar, Trotoar di Jalan Nyi Raja Permas "Dikorbankan" Pemkot Bogor Jadi Tempat PKL

Megapolitan
Harga Telur di Jakarta Naik, Tembus Rp 33.000 per Kg

Harga Telur di Jakarta Naik, Tembus Rp 33.000 per Kg

Megapolitan
Heru Budi Bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Anak di Sekolah

Heru Budi Bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Anak di Sekolah

Megapolitan
Adu Orasi di Gedung DPR: Relawan Anies Dukung Hak Angket, Mahasiswa Menolak

Adu Orasi di Gedung DPR: Relawan Anies Dukung Hak Angket, Mahasiswa Menolak

Megapolitan
Harga Beras di Bekasi Masih Terasa Mahal, Pedagang: Cuma Turun Sedikit...

Harga Beras di Bekasi Masih Terasa Mahal, Pedagang: Cuma Turun Sedikit...

Megapolitan
Pro Kontra Program Makan Gratis Prabowo-Gibran di Masyarakat

Pro Kontra Program Makan Gratis Prabowo-Gibran di Masyarakat

Megapolitan
Ditanya Progres Kasus Firli, Kapolda Metro Jaya Lambaikan Tangan

Ditanya Progres Kasus Firli, Kapolda Metro Jaya Lambaikan Tangan

Megapolitan
Setelah Beras, Harga Telur di Jakarta Ikut Melonjak

Setelah Beras, Harga Telur di Jakarta Ikut Melonjak

Megapolitan
Harga Beras Mahal, Omzet Pedagang di Bekasi Turun 50 Persen

Harga Beras Mahal, Omzet Pedagang di Bekasi Turun 50 Persen

Megapolitan
Jalan Gatot Subroto Ditutup Imbas Demo Pemakzulan Jokowi di Depan Gedung DPR

Jalan Gatot Subroto Ditutup Imbas Demo Pemakzulan Jokowi di Depan Gedung DPR

Megapolitan
Soal Program Makan Gratis Rp 15.000, Orangtua: Mending Fokus ke yang Kurang Mampu

Soal Program Makan Gratis Rp 15.000, Orangtua: Mending Fokus ke yang Kurang Mampu

Megapolitan
Golkar Ingin Ridwan Kamil dan Ahmed Zaki Bersaing Sehat Menuju Pilkada DKI

Golkar Ingin Ridwan Kamil dan Ahmed Zaki Bersaing Sehat Menuju Pilkada DKI

Megapolitan
Terowongan Tugu Kujang Bogor Kumuh dan Penuh Coretan, Warga Jadi Takut Lewat

Terowongan Tugu Kujang Bogor Kumuh dan Penuh Coretan, Warga Jadi Takut Lewat

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com