Curhat Para Pekerja yang Tak Bisa Kerja di Rumah: Khawatir Bawa Virus Corona ke Rumah

Kompas.com - 23/03/2020, 18:35 WIB
Halte Transjakarta Karet Sudirman Koridor 1

Direktorat Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta (Maret, 2020)Halte Transjakarta Karet Sudirman Koridor 1
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo maupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengimbau para pelaku usaha agar mengizinkan pegawainya bekerja di rumah.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau covid-19, terutama DKI Jakarta semakin meluas.

Namun faktanya, masih banyak pegawai yang harus tetap bekerja di kantor, Senin (23/3/2020).

Sebagian di antara mereka tetap menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Suara Sopir Ojol: Penghasilan Menurun Drastis, Khawatir Keluarga, hingga Harapan Perginya Virus Corona

Misalnya, Chika (23). Pegawai perusahaan makanan ini mengaku khawatir terinfeksi virus Corona.

Setiap harinya, ia naik Transjakarta dari Bekasi menuju kantornya di Jalan Raya Bogor.

Dalam perjalanan, ia terkadang berdekatan dengan orang-orang yang tidak diketahui bagaimana kondisi kesehatannya.

Ia sulit menerapkan jaga jarak dengan orang lain selama di jalan.

“Ya khawatir banget sih. Sebenarnya aku khawatirnya dengan orang rumah karena hanya aku yang masih kerja ke kantor,” ucap Chika kepada Kompas.com, Senin.

Chika mengaku tidak memiliki hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan setiap saat.

Baca juga: Anies Serukan Seluruh Perkantoran di Jakarta Terapkan Kerja di Rumah Mulai Senin

Pasalnya, hand sanitizer saat ini langka. Kalau pun ada di pasaran, harganya sudah melambung.

Namun, ia tertolong dengan banyaknya hand sanitizer yang disiapkan di dalam Transjakarta dan halte.

“Ya untung aja ada hand sanitizer, aku bisa terus bersihin tanganku pas turun dari bus,” kata dia.

Ia mengaku ingin dapat bekerja di rumah layaknya kebanyakan orang. Ia semakin khawatir jika melihat lonjakan angka orang yang terinfeksi covid-19.

Hingga Senin sore, total ada 579 kasus Covid-19 di Tanah Air. Sementara total jumlah pasien yang sembuh sebanyak 30 orang dan 49 orang meninggal.

Pegawai perusahaan pembuatan makanan ringan itu hanya khawatir orangtua di rumahnya yang masuk kelompok rentan.

“Kalau seumuran kita itu dengan imun yang bagus bisa aja tidak terjangkit, tapi jadi si pembawa gitu. Mungkin aku kelihatan sehat, padahal bisa jadi aku yang bawa virus kerumah. Apalagi mama usianya udah rentan, aku khawatir,” ucap Chika dengan nada sedih.

Namun apa daya, keinginan itu hanya ia simpan di dalam benaknya. Kebijakan di kantornya belum berubah.

Baca juga: 42 Orang Tenaga Kesehatan di Jakarta Terinfeksi Covid-19

Mungkin, menurut dia, kantornya menunggu karyawan terinfeksi Covid-19 baru akan menerapkan sistem kerja dari rumah.

“Mungkin tunggu ada yang terpapar dulu baru kerja di rumah. Soalnya jam kerja juga sama aja, malahan Sabtu tetap masuk kaya biasa,” ucap dia.

Kekhawatiran senada disampaikan Ira Simatupang (23), karyawan perusahaan jasa pelayanan transaksi di Kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Pergi dan pulang kantor, ia biasanya naik angkutan umum yang kondisinya kerap penuh dengan posisi duduk di kiri empat dan di kanan enam orang.

“Ya harus penuh itu angkot. Bayangin aja kita sebelahan pasti nyentuh kan. Belum tentu juga semua penumpang pakai masker. Ini yang khawatir,” ucap dia.

Ira terus menerus mencuci tangannya jikalau sampai kantor dan rumah.

Untuk menghindari dirinya menjadi pembawa virus Corona, ia saat ini menjauh dari orang rumah.

“Ya menjauhkan diri dulu pulang kerja kaya langsung cuci muka bersihin semuanya. Terus jaga jarak sama keluarga soalnya takut jadi pembawa,” kata dia.

Ia berharap Pemerintah bisa menyurati satu per satu pemilik perusahaan untuk benar-benar menerapkan kerja dari rumah.

Menurut dia, selama ini pemerintah hanya melakukan sosialisasi tanpa memberi surat langsung ke pihak perusahaan tersebut.

“Kayanya selama ini cuma imbauan tanpa ada kasih surat resmi. Sebenarnya enggak libur juga bisa sistem shift gitu, ada 20 orang yang masuk hari ini pagi terus siangnya 20. Jadi mengurangi kontak fisik terlalu banyak,” tutur dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyerukan seluruh pelaku dunia usaha dan perkantoran di Jakarta memberlakukan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah mulai Senin ini.

Hal ini tertuang dalam Seruan Gubernur Nomor 6 tahun 2020.

"Ini statusnya seruan tapi menegaskan bahwa seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu dihentikan, menutup fasilitas operasional, dan tidak melakukan kegiatan perkantoran tapi melakukan kegiatan di rumah," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun Facebook Pemprov DKI, Jumat (20/3/2020).

Bagi perusahaan yang tidak dapat menerapkan aturan work from home, Anies meminta mereka untuk mengurangi jumlah karyawan yang bekerja dan waktu operasional pekerjaan.

"Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total, juga diminta mengurangi kegiatan tersebut sampai batas paling minimal, mininal jumlah karyawan, minimal waktu kegiatannya, dan minimal fasilitas operasional serta mendorong sebanyak mungkin karyawan bekerja dari rumah," ungkap Anies.

Anies berharap seluruh pelaku usaha dan perkantoran di Jakarta mematuhi seruan tersebut guna menekan penyebaran virus Corona.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pradi-Afifah Sindir Banyak Dokter Duduki Jabatan Struktural, padahal Depok Kekurangan Tenaga Medis

Pradi-Afifah Sindir Banyak Dokter Duduki Jabatan Struktural, padahal Depok Kekurangan Tenaga Medis

Megapolitan
Imam Singgung Kartu Depok Sejahtera, Pradi: Itu Program Pemeritah Pusat

Imam Singgung Kartu Depok Sejahtera, Pradi: Itu Program Pemeritah Pusat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Usung 4 Program Prioritas dalam RAPBD 2021

Pemkot Tangerang Usung 4 Program Prioritas dalam RAPBD 2021

Megapolitan
Berkas Perkara Kasus Pabrik Narkoba di Cipondoh Sudah Rampung

Berkas Perkara Kasus Pabrik Narkoba di Cipondoh Sudah Rampung

Megapolitan
Soal Gini Ratio, Imam Sebut Kota Depok Lebih Baik dari Jakarta dan Indonesia

Soal Gini Ratio, Imam Sebut Kota Depok Lebih Baik dari Jakarta dan Indonesia

Megapolitan
Viral Video Pengemudi Ojol Dibegal di Klender, Polisi Lakukan Penyelidikan

Viral Video Pengemudi Ojol Dibegal di Klender, Polisi Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok: Pradi Janjikan Dana RW, Imam Dana Kelurahan

Debat Pilkada Depok: Pradi Janjikan Dana RW, Imam Dana Kelurahan

Megapolitan
Debat Kandidat Pilkada Depok: Imam Tanya soal Kesehatan, Pradi Malah Bahas UMKM

Debat Kandidat Pilkada Depok: Imam Tanya soal Kesehatan, Pradi Malah Bahas UMKM

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda MTB di Jakarta

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda MTB di Jakarta

Megapolitan
Pradi: Kami Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi Depok Tanpa Korbankan Kesehatan Warga

Pradi: Kami Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi Depok Tanpa Korbankan Kesehatan Warga

Megapolitan
Imam Sebut 1.000 Kios Sudah Dibangun di Depok, Afifah: Lihat Kenyataan di Lapangan

Imam Sebut 1.000 Kios Sudah Dibangun di Depok, Afifah: Lihat Kenyataan di Lapangan

Megapolitan
Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Megapolitan
Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Megapolitan
Debat Kandidat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Debat Kandidat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Megapolitan
Pradi-Afifah Janji Batasi Izin Pendirian Pasar Modern jika Menang Pilkada Depok

Pradi-Afifah Janji Batasi Izin Pendirian Pasar Modern jika Menang Pilkada Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X