Kompas.com - 31/03/2020, 06:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak emosional saat mengungkat data jumlah warga Jakarta yang dikubur dengan protokol pemulsaraan pasien Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Pemakaman dan Kehutanan DKI Jakarta ada 283 warga yang dikuburkan dengan protokol itu.

Mereka yang dikuburkan ini banyak di antaranya masih belum sempat menjalani tes Covid-19 namun meninggal dunia dengan gejala seperti terinfeksi virus corona.

Adapula yang sudah diambil sampelnya namun uji laboratorium belum keluar, warga itu sudah lebih dulu meninggal dunia.

Baca juga: Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Angka pemakaman di DKI Jakarta dengan protokol Covid-19 ini jauh lebih besar daripada jumlah pasien corona yang meninggal dunia secara nasional.

Diketahui, jumlah pasien positif corona yang meninggal dunia di Indonesia mencapai 122 orang.

Saat menyinggung soal begitu besarnya angka pemakaman warga itu, Anies terlihat sedikit menahan emosinya. Suaranya pun terdengar bergetar.

Berita soal pernyataan Anies terkait perkembangan virus corona di Jakarta menjadi berita terpopuler Megapolitan pada Senin (30/3/2020).

Baca juga: Dicari, Relawan Tenaga Medis untuk Hadapi Corona di Jakarta

Berita populer lainnya yang masih disorot pembaca adalah terkait seruan Dokter Tirta agar warga fokus saling membantu hingga permintaan Anies agar Jakarta diterapkan karantina wilayah.

Jika Anda terlewat, berikut empat berita terpopuler di Megapolitan Kompas.com sepanjang kemarin:

Keluarga pasien melihat dari jauh saat petugas pemakaman menguburkan jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Keluarga pasien melihat dari jauh saat petugas pemakaman menguburkan jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

1. Suara Anies bergetar saat singgung 283 warga wafat

Suara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendadak bergetar ketika ia menyampaikan data mengenai jumlah korban meninggal dunia yang harus dimakamkan sesuai protokol pemulasaran jasad pasien Covid-19.

Anies menyebutkan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat 283 jasad dikebumikan kurang dari 4 jam selepas wafat, dibungkus plastik, menggunakan peti, dan petugas pemakamannya mengenakan alat pelindung diri ( APD).

Data itu dicatat dalam kurun waktu tak sampai sebulan, yakni pada rentang 6-29 Maret 2020.

"Ini menggambarkan bahwa situasi di Jakarta terkait dengan Covid-19 amat mengkhawatirkan. Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta, jangan pandang angka ini sebagai angka statistik," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Anies: 283 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaran Jasad Pasien Covid-19

"(Data) 283 itu bukan angka statistik. Itu adalah warga kita yang bulan lalu sehat... Yang bulan lalu bisa berkegiatan..." imbuh dia, dengan suara bergetar.

"Mereka punya anak, mereka punya istri, mereka punya saudara, dan ini semua harus kita cegah pertambahannya."

Anies bilang, belum tentu semua jasad yang dimakamkan itu merupakan pasien Covid-19, sebagian mungkin masih berstatus suspect (dicurigai) Covid-19, karena belum dites atau hasil tes belum rilis saat meninggal.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Perdana Kasus Investasi Bodong KSP Indosurya Digelar di PN Jakbar, Jaksa Hadirkan 10 Saksi

Sidang Perdana Kasus Investasi Bodong KSP Indosurya Digelar di PN Jakbar, Jaksa Hadirkan 10 Saksi

Megapolitan
Ketua DPRD Tegaskan Jokowi Tak Intervensi Usulan 3 Calon Pj Gubernur DKI

Ketua DPRD Tegaskan Jokowi Tak Intervensi Usulan 3 Calon Pj Gubernur DKI

Megapolitan
Sembari Bergurau, Ketua DPRD DKI: Kalau Anies Cagub Lagi, Tolong Lawankan Dengan Saya

Sembari Bergurau, Ketua DPRD DKI: Kalau Anies Cagub Lagi, Tolong Lawankan Dengan Saya

Megapolitan
Kecurigaan DPRD DKI soal Izin Mendirikan Rumah 4 Lantai yang Dikeluarkan Anies...

Kecurigaan DPRD DKI soal Izin Mendirikan Rumah 4 Lantai yang Dikeluarkan Anies...

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Pencuri Sepeda Motor di Lokasi Kebakaran Cikini Kramat

Polisi Tangkap 3 Pencuri Sepeda Motor di Lokasi Kebakaran Cikini Kramat

Megapolitan
Cerita Ketua DPRD DKI Bahas Pj Gubernur Jakarta Saat Makan Siang Bareng Jokowi...

Cerita Ketua DPRD DKI Bahas Pj Gubernur Jakarta Saat Makan Siang Bareng Jokowi...

Megapolitan
Polisi Sebut Pelaku yang Gesekkan Alat Kelamin ke Penumpang Perempuan di KRL Sering Nonton Film Porno

Polisi Sebut Pelaku yang Gesekkan Alat Kelamin ke Penumpang Perempuan di KRL Sering Nonton Film Porno

Megapolitan
Jika Sepakat Damai, Istri Pengemudi Ojol Penganiaya Mahasiswi di Bintaro Bakal Dibawa ke Psikolog

Jika Sepakat Damai, Istri Pengemudi Ojol Penganiaya Mahasiswi di Bintaro Bakal Dibawa ke Psikolog

Megapolitan
Mengenal Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna Polda Metro Jaya, Pasukan yang Berdoa dan Bershalawat Saat Ada Demo

Mengenal Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna Polda Metro Jaya, Pasukan yang Berdoa dan Bershalawat Saat Ada Demo

Megapolitan
Potret Proyek Galian Ambles di Jalan Ciledug Raya yang Bikin Pengendara Motor Celaka

Potret Proyek Galian Ambles di Jalan Ciledug Raya yang Bikin Pengendara Motor Celaka

Megapolitan
Warga Jakarta Diizinkan Bangun Rumah 4 Lantai, DPRD DKI Khawatir Penyelewengan IMB

Warga Jakarta Diizinkan Bangun Rumah 4 Lantai, DPRD DKI Khawatir Penyelewengan IMB

Megapolitan
Bawa Orang-orangan Sawah, Massa Mahasiswa Gabung dengan Petani dan Buruh Berdemo di DPR

Bawa Orang-orangan Sawah, Massa Mahasiswa Gabung dengan Petani dan Buruh Berdemo di DPR

Megapolitan
Polda Metro Jaya Kerahkan Pasukan Basmalah ke Tengah Aksi Demo di Gedung DPR

Polda Metro Jaya Kerahkan Pasukan Basmalah ke Tengah Aksi Demo di Gedung DPR

Megapolitan
Demo di DPR, Buruh Sebut BLT BBM Hanya Pemanis, Bukan Solusi

Demo di DPR, Buruh Sebut BLT BBM Hanya Pemanis, Bukan Solusi

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Kalijodo Kembali Jadi Tempat Prostitusi dan Hiburan Malam

Ketua DPRD DKI Sebut Kalijodo Kembali Jadi Tempat Prostitusi dan Hiburan Malam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.