Kompas.com - 30/04/2020, 11:16 WIB
Petugas Satpol PP membangunkan seorang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang tidur di emperan toko di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggalakkan penertiban PMKS yang berkeliaran saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAPetugas Satpol PP membangunkan seorang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang tidur di emperan toko di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggalakkan penertiban PMKS yang berkeliaran saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 33 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kawasan Menteng dan Sawah Besar terjaring razia Satpol PP Jakarta Pusat.

"Semuanya kami bawa ke GOR (Karet Tengsin) di Tanah Abang, sedangkan gerobaknya dibawa ke gudang Satpol PP di Cakung," kata Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan, Kamis (30/4/2020).

Bernard menjelaskan, operasi tersebut dilakukan pada Rabu kemarin hingga Kamis dini hari tadi.

Petugas menyasar para PMKS yang kebanyakan sengaja menggelandang pada momen Ramadhan untuk mendapatkan pemberian bantuan.

Baca juga: Jika GOR Cengkareng Kurang, Satpol PP Siapkan Tempat Lain Tampung PMKS

Menurut dia, ada 10 titik di dua kecamatan itu yang menjadi sasaran penertiban PMKS, yaitu di Simpang Lima Senen, Jalan Gunung Sahari, Jalan Galileo, Jalan Samanhudi, dan Cikini Raya. Penyisiran juga dilakukan di Jalan Pecenongan, Jalan Penataran, Jalan Hos Cokroaminoto, hingga Taman Sunda Kelapa.

"Kami sisir kawasan Sawah Besar dan Menteng. Jumlah personel 54 petugas yang seluruhnya Satpol PP dari Pemkot Jakarta Pusat, Kecamatan Menteng, dan Sawah Besar," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bernard menambahkan, petugas akan terus melakukan penyisiran dan penindakan terhadap PMKS di Jakarta Pusat yang banyak bermunculan selama Ramadhan.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan seluruh GOR di Jakarta untuk menjadi tempat penampungan sementara para PMKS yang terjaring.

Untuk wilayah Jakarta Pusat, pemerintah memanfaatkan GOR Karet Tengsin di kawasan Tanah Abang sebagai tempat penampungan sementara.

Para PMKS akan didata Suku Dinas Sosial (Sudinsos) dan dipulangkan setelah 24 jam jika masih memiliki keluarga di Jakarta.

Sudinsos juga memastikan keluarga PMKS itu bertanggung jawab untuk tidak membiarkan mereka kembali menggelandang dengan menandatangani surat pernyataan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi: Ada Dugaan Pungli

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi: Ada Dugaan Pungli

Megapolitan
Rutan Salemba Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran untuk Pegawai

Rutan Salemba Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran untuk Pegawai

Megapolitan
Masyarakat Diminta Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Masyarakat Diminta Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Nelayan Pelabuhan Muara Angke Disuntik Vaksin Covid-19 di Atas Kapal

Nelayan Pelabuhan Muara Angke Disuntik Vaksin Covid-19 di Atas Kapal

Megapolitan
PKL hingga Pemilik Warung di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Ini Syaratnya

PKL hingga Pemilik Warung di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Ini Syaratnya

Megapolitan
Bocah Perempuan Dilaporkan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sekitar Rumahnya di Duren Sawit

Bocah Perempuan Dilaporkan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sekitar Rumahnya di Duren Sawit

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat

Pandemi Covid-19, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Megapolitan
Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

Megapolitan
Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Megapolitan
Luhut B Pandjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Rp 100 Miliar Terkait Tudingan 'Bermain' di Tambang di Papua

Luhut B Pandjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Rp 100 Miliar Terkait Tudingan "Bermain" di Tambang di Papua

Megapolitan
Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Megapolitan
Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.