Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Limbah APD Bekas Penanganan Pasien Covid-19 Diurus Pihak Ketiga

Kompas.com - 05/05/2020, 21:39 WIB
Bonfilio Mahendra Wahanaputra Ladjar,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Limbah alat-alat kesehatan bekas penanganan pasien positif Covid-19 di rumah sakit mendapat perlakuan khusus.

Alat-alat kesehatan itu meliputi pakaian hazmat, masker, dan perlengkapan medis lainnya.

Menurut Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Slamet Riyadi, limbah itu tidak begitu saja dibuang atau dijadikan satu dengan limbah lain seperti biasanya.

Baca juga: Waspada, Limbah Medis B3 Diolah Jadi Botol Parfum hingga Mainan Anak

Rumah sakit menunjuk pihak ketiga atau vendor guna menangani limbah tersebut.

"Kalau limbah alat pelindung diri ya yang dari rumah sakit itu harus dikelola oleh pihak ketiga," ucap Slamet melalui sambungan telepon, Selasa (5/5/2020).

Bukan sembarangan, penunjukan pihak ketiga, menurut Slamet, juga atas seizin pihak Dinas Kesehatan serta rumah sakit sgar proses pengangkutan limbah dari rumah sakit, hingga pemusnahan sesuai standar yang ada.

"Pihak ketiga harus mempunya izin ya, jadi bukan kami yang mengolah itu. Pihak rumah sakit menunjuk pihak ketiga untuk mengambil dan memusnahkan APD termasuk limbah-limbah medisnya," ucap Slamet.

Baca juga: Diangkut Truk Khusus dan Disiram Disinfektan, Begini Prosedur Penanganan Limbah Masker

Selain itu, untuk masker yang kerap digunakan masyarakat, limbahnya juga mendapatkan penanganan khusus.

Masker itu dikumpulkan dalam satu tempat sampah, kemudian dibawa ke Gudang LH Sudin Jakbar di Bambu Larangan, Cengkareng Barat.

Sesampainya di gudang, limbah masker disemprot cairan disinfektan dan dikumpulkan dalam satu plastik yang rapat baru limbah masker diangkut menggunakan truk.

Dalam hal ini kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sampah masker merupakan jenis truk boks dan berbeda dari truk sampah pada umumnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ingin Shalat Dzuhur, Pedemo Panjat dan Jebol Gerbang Gedung Sapta Pesona

Ingin Shalat Dzuhur, Pedemo Panjat dan Jebol Gerbang Gedung Sapta Pesona

Megapolitan
Fakta Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading, Korban Baru Bekerja 2 Hari dan Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading, Korban Baru Bekerja 2 Hari dan Sempat Mengeluh Sakit

Megapolitan
Sekda Supian Suri Disebut Ambil Formulir ke PAN untuk Jadi Calon Wali Kota Depok

Sekda Supian Suri Disebut Ambil Formulir ke PAN untuk Jadi Calon Wali Kota Depok

Megapolitan
Perempuan Ditemukan Tewas di Pulau Pari, Polisi: Dibunuh 'Pelanggannya'

Perempuan Ditemukan Tewas di Pulau Pari, Polisi: Dibunuh "Pelanggannya"

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Hamil di Ruko Kelapa Gading

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Hamil di Ruko Kelapa Gading

Megapolitan
'Sweeping' Pelajar dan Anarko Ikut Demo di MK, Polisi Jaga Pintu Tol Bekasi Barat

"Sweeping" Pelajar dan Anarko Ikut Demo di MK, Polisi Jaga Pintu Tol Bekasi Barat

Megapolitan
Fraksi PDI-P Minta Pemprov DKI Tak Terburu-buru Nonaktifkan NIK Warga Jakarta di Daerah

Fraksi PDI-P Minta Pemprov DKI Tak Terburu-buru Nonaktifkan NIK Warga Jakarta di Daerah

Megapolitan
Mantan Walkot Bekasi Tri Adhianto Ikut Penjaringan Cawalkot Bekasi dari PDI-P

Mantan Walkot Bekasi Tri Adhianto Ikut Penjaringan Cawalkot Bekasi dari PDI-P

Megapolitan
Puslabfor Olah TKP Toko 'Saudara Frame' di Mampang yang Terbakar

Puslabfor Olah TKP Toko "Saudara Frame" di Mampang yang Terbakar

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan yang Jasadnya Tergeletak di Dermaga Pulau Pari

Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan yang Jasadnya Tergeletak di Dermaga Pulau Pari

Megapolitan
Hendak Cuci Kaki, Warga Kalideres Temukan Mortir Berkarat Buatan Yugoslavia

Hendak Cuci Kaki, Warga Kalideres Temukan Mortir Berkarat Buatan Yugoslavia

Megapolitan
Pemilik Warung di Koja Tiba-tiba Dibacok ODGJ, Sang Anak: Ayah Enggak Salah Apa-apa...

Pemilik Warung di Koja Tiba-tiba Dibacok ODGJ, Sang Anak: Ayah Enggak Salah Apa-apa...

Megapolitan
Seorang Pria Meninggal di Trotoar Jalan Margonda, Diduga karena Sakit

Seorang Pria Meninggal di Trotoar Jalan Margonda, Diduga karena Sakit

Megapolitan
Pemuda Disebut Curi Pembatas Jalan di Ragunan, Polisi: Dia Pinjam, Bukan Mencuri

Pemuda Disebut Curi Pembatas Jalan di Ragunan, Polisi: Dia Pinjam, Bukan Mencuri

Megapolitan
Peringati Hari Bumi, Fahira Idris Harap Semakin Banyak Pemda Terbitkan Aturan Kantong Plastik Sekali Pakai

Peringati Hari Bumi, Fahira Idris Harap Semakin Banyak Pemda Terbitkan Aturan Kantong Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com