Buru Pelaku yang Gagal Rampas Uang Rp 80 Juta di Depok, Polisi Periksa Sejumlah CCTV

Kompas.com - 06/05/2020, 15:24 WIB
Rekaman CCTV menunjukkan, sejumlah orang tengah memunguti uang yang berserakan di Jalan Raya Muchtar, Bojongsari, Kota Depok. Saat itu, perampok gagal merampas uang Rp 80 juta milik korban.
Rekaman CCTVRekaman CCTV menunjukkan, sejumlah orang tengah memunguti uang yang berserakan di Jalan Raya Muchtar, Bojongsari, Kota Depok. Saat itu, perampok gagal merampas uang Rp 80 juta milik korban.

DEPOK, KOMPAS.com - Penyidik Polres Metro Depok dan Polsek Sawangan memeriksa sejumlah kamera CCTV untuk memburu empat bandit pemecah kaca mobil yang beraksi di Depok, Jawa Barat, pada Selasa (5/5/2020) pagi.

"Tindakan yang dilakukan salah satunya menyusuri CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi, sebagaimana dikutip Antara.

Selain itu, Kepolisian juga mengumpulkan keterangan para saksi yang terkait insiden perampokan itu.

Saksi yang diperiksa berasal dari banyak pihak mulai dari warga sekitar di TKP hingga korban.

Baca juga: Kronologi Perampokan Siang Bolong di Depok, Gagal Rampas Uang Rp 80 Juta Setelah Sopir Melawan

"Kita juga sedang mengumpulkan keterangan saksi dan juga mengumpulkan barang bukti," kata Yusri.

Empat bandit tersebut beraksi di tengah keramaian dan aksinya sempat terekam kamera. Rekaman kejadian tersebut kemudian tersebar dan viral di media sosial.

Seorang pengusaha wanita berinisial IR (49) menjadi korban perampokan oleh empat orang yang tidak dikenal di Jalan Raya Muchtar, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa pagi.

Perampokan yang viral di media sosial itu, berawal ketika korban baru mengambil uang sejumlah Rp 80 juta di salah satu bank di Bojongsari.

Kemudian di Jalan Raya Muhtar RT 02/04, Bojongsari, Kota Depok, di seberang McDonald Bojongsari, sekitar pukul 10.30 WIB, mobil korban dipepet oleh empat laki-laki tidak dikenal.

Pelaku memecahkan kaca belakang kanan mobil korban, selanjutnya menodongkan senjata tajam jenis badik. Kemudian merampas tas korban yang berisi uang sejumlah Rp 80 juta.

Meski pelaku mengacungkan senjata tajam dan berhasil membawa uang korban, sopir korban tetap nekat dan mengejar pelaku.

Warga setempat yang melihat kejadian itu, akhirnya ikut mengejar dan mengeroyok pelaku.

Akibat perlawanan sopir korban dan warga, pelaku terjatuh sehingga uang korban di dalam tas berserakan di jalan. Pelaku akhirnya kabur tanpa membawa uang korban.

Setelah dihitung di Polsek, jumlah uang korban tersisa Rp 77.200.000 dan yang hilang sebanyak Rp 2.800.000.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Hari Ini Sekolah di Bekasi Diizinkan Belajar Tatap Muka

Mulai Hari Ini Sekolah di Bekasi Diizinkan Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Jakarta Catat Lonjakan Tertinggi, Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Jakarta Catat Lonjakan Tertinggi, Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Covid-19 Terbanyak

Megapolitan
UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X