Kompas.com - 05/06/2020, 19:37 WIB
Walikota Bogor Bima Arya (48) berpose di kediamannya di Bogor, Jabar. Bima Arya dinyatakan positif terinfeksi corona 17 Maret 2020, menjalani isolasi di RSUD Kota Bogor dan dinyatakan negatif pada 18 April. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIWalikota Bogor Bima Arya (48) berpose di kediamannya di Bogor, Jabar. Bima Arya dinyatakan positif terinfeksi corona 17 Maret 2020, menjalani isolasi di RSUD Kota Bogor dan dinyatakan negatif pada 18 April.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menunggu hasil evaluasi yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terkait status level kewaspadaan Covid-19.

Sejauh ini, Kota Bogor masih berada di level tiga atau zona kuning meski tingkat reproduksi kasus virus corona melandai dalam sepekan ke belakang.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Pemkot Bogor telah mengirimkan data terbaru perkembangan kasus Covid-19 kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Baca juga: New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Bima berharap, lewat data yang disampaikan itu dapat merubah status level kewaspadaan sehingga ia bisa mengambil kelonggaran kebijakan seperti mengaktivasi kembali operasional mal atau pusat perbelanjaan.

"Kalau naik perbaikan status menjadi level dua atau zona biru, artinya ada ruang menerapkan kebijakan yang lebih longgar lagi. Seperti pembukaan mal, mungkin bisa dilakukan secara bertahap, termasuk juga aktifitas di tempat lain seperti hotel," ucap Bima, Jumat (5/6/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bima menambahkan, dirinya mengapresiasi kekompakan para kepala daerah dalam menangani pandemi Covid-19 di Jawa Barat (Jabar), khususnya di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek).

Baca juga: Masih Banyak Pelanggaran, Kota Bogor Perketat Pengawasan Selama PSBB Transisi

Sehingga, lanjut dia, upaya sistematis yang dikoordinasikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat selama tiga bulan ini hasilnya relatif bisa dirasakan masyarakat.

Selain itu, Bima juga menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur Jabar karena sikapnya yang realistis dalam penanganan Covid-19 dengan menempatkan perspektif yang lebih luas, seperti meminta para kepala daerah di Bodebek untuk berkoordinasi juga dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Seminggu sekali atau dua minggu sekali disampaikan data-data scientific, diberikan sejumlah arahan tentang status masing-masing daerah dan kami juga diminta secara rutin menyampaikan hasil analisis data terkini terkait dengan Covid-19."

"Jadi saya melihat pak Gubernur betul-betul intens berkordinasi mengumpulkan data maupun memberikan arahan," pungkas Bima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagu DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Wagu DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Megapolitan
Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Megapolitan
Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Megapolitan
7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

Megapolitan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Megapolitan
Korban Pembacokan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Korban Pembacokan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Megapolitan
Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

Megapolitan
Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Megapolitan
Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.