Kompas.com - 15/06/2020, 12:58 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Rabu (11/3/2020). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINGubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Rabu (11/3/2020).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Banten Wahidin Halim memutuskan untuk memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya sampai 28 Juni 2020.

Tangerang Raya terdiri dari tiga wilayah pemerintahan, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang.

Salah satu alasan PSBB Tangerang Raya diperpanjang karena penularan Covid-19 berasal dari pendatang yang masuk ke wilayah Banten, termasuk Tangerang Raya.

"Penularan terjadi dari pendatang yang OTG (orang tanpa gejala). Sebenarnya Banten tidak berpotensi melakukan penularan, justru dari luar," ujar Wahidin dalam siaran pers Pemprov Banten, Senin (15/6/2020).

Baca juga: Gubernur Banten Perpanjangan PSBB Tangerang Raya hingga 28 Juni 2020

Wahidin meminta para wali kota dan bupati untuk memetakan kembali sumber penularan kasus Covid-19 di Tangerang Raya.

Dia ingin pelaksanaan PSBB selama 14 hari ke depan juga diperketat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya ingin PSBB lebih ketat lagi. Pengawasannya lebih ketat lagi dan ada sanksinya," kata Wahidin.

Baca juga: Gubernur Banten: PSBB di Tangerang Raya Diperpanjang, Sanksinya Lebih Keras

PSBB di wilayah Tangerang Raya memasuki tahap kelima.

Wahidin bersama bupati dan wali kota sepakat tidak menggunakan istilah transisi untuk PSBB yang mereka terapkan, seperti halnya DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Istilah transisi tidak digunakan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca juga: Hindari Euforia Masyarakat, PSBB Tangerang Tak Gunakan Istilah Transisi

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menegaskan, tidak dipilihnya istilah transisi guna menghindari euforia masyarakat dan membuat kesadaran akan protokol kesehatan menjadi rendah.

"Artinya kalau dibikin namanya kayak DKI (Jakarta) ya PSBB transisi, masyarakat malah khawatir euforia, ya sudah PSBB saja," kata Arief.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mensos Risma Terima Aduan Pungli Bansos, Tim PKH Kota Tangerang Selidiki

Mensos Risma Terima Aduan Pungli Bansos, Tim PKH Kota Tangerang Selidiki

Megapolitan
Tarif Hotel Tempat Isoman Anggota DPR Bisa Capai Rp 39 Juta, Ini Rinciannya

Tarif Hotel Tempat Isoman Anggota DPR Bisa Capai Rp 39 Juta, Ini Rinciannya

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSUD Cengkareng Telah Berkurang Sejak Satu Minggu Terakhir

Pasien Covid-19 di RSUD Cengkareng Telah Berkurang Sejak Satu Minggu Terakhir

Megapolitan
Banyak Warga Ber-KTP Jakarta Pusat Belum Dapat Vaksinasi Covid-19

Banyak Warga Ber-KTP Jakarta Pusat Belum Dapat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isoman Bisa Jajan Bakso, Manajemen Hotel Akui Lalai

Pasien Covid-19 yang Isoman Bisa Jajan Bakso, Manajemen Hotel Akui Lalai

Megapolitan
53 Pasien OTG Masih Dirawat di Graha Wisata TMII, 15 di Antaranya Akan Pulang Hari Ini

53 Pasien OTG Masih Dirawat di Graha Wisata TMII, 15 di Antaranya Akan Pulang Hari Ini

Megapolitan
Tertangkap Basah Curi Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Ini Dipukuli hingga Babak Belur

Tertangkap Basah Curi Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Ini Dipukuli hingga Babak Belur

Megapolitan
Datangi Pasar Modern BSD, Kapolri Wanti-wanti Pengelola Awasi Alur Keluar Masuk Pengunjung

Datangi Pasar Modern BSD, Kapolri Wanti-wanti Pengelola Awasi Alur Keluar Masuk Pengunjung

Megapolitan
Sekwan Akui Foto Viral 'Vaksinasi Dosis Ketiga' untuk Influencer Diambil di Gedung DPRD DKI

Sekwan Akui Foto Viral "Vaksinasi Dosis Ketiga" untuk Influencer Diambil di Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Pejelasan Polisi soal Tak Terlihat Petugas Periksa STRP di Pos Penyekatan Underpass Basura

Pejelasan Polisi soal Tak Terlihat Petugas Periksa STRP di Pos Penyekatan Underpass Basura

Megapolitan
RPTRA di Jakarta Dibuka untuk Kegiatan Vaksinasi Selama PPKM Level 4

RPTRA di Jakarta Dibuka untuk Kegiatan Vaksinasi Selama PPKM Level 4

Megapolitan
Satpol PP Sidak 156 Perkantoran di Jakbar, Izin Usaha 11 Kantor Dicabut Sementara

Satpol PP Sidak 156 Perkantoran di Jakbar, Izin Usaha 11 Kantor Dicabut Sementara

Megapolitan
Cerita Pegawai Saat Mal Tutup Selama PPKM, Gaji Tak Menentu hingga Jualan Online

Cerita Pegawai Saat Mal Tutup Selama PPKM, Gaji Tak Menentu hingga Jualan Online

Megapolitan
Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer di DPRD DKI, Sekwan Langsung Bantah

Viral Foto Vaksin Dosis Ketiga untuk Influencer di DPRD DKI, Sekwan Langsung Bantah

Megapolitan
Ini Tarif Hotel Tempat Isoman Anggota DPR di Jakarta, Berminat?

Ini Tarif Hotel Tempat Isoman Anggota DPR di Jakarta, Berminat?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X