Kompas.com - 26/06/2020, 15:43 WIB
Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi berencana menggelar Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Bekasi, Minggu (5/7/2020).

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area CFD akan dibatasi.

“Kalau membatasi skematisnya 50 persen, makanya bisa kita atur terkait dengan pedagang yang memang beroperasi di wilayah CFD,” ujar Tri di Bekasi, Jumat (26/6/2020).

Surat Instruksi Wali Kota Bekasi nomor 6601/762/Dinas LH tertanggal 22 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor Tatanan Baru menyebut penataan PKL di area CFD dilakukan oleh Satpol PP.

Baca juga: Pemkot Bekasi Izinkan Car Free Day di Jalan Ahmad Yani, Satpol PP Bakal Jaga di 5 Titik

Tri mengatakan, PKL yang berjualan di kawasan CFD akan diatur jaraknya agar tak menimbulkan kerumunan di area CFD.

“Kita akan atur penempatan dan jaraknya nanti,” ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah mengatakan, pihaknya akan berjaga di lima titik Kota Bekasi untuk mengawasi warga yang hendak datang ke CFD.

Pihaknya akan memantau penerapan protokol pencegahan Covid-19.

Lima titik tersebut, yakni Jalan KH Noer Ali (tepatnya Hotel Aston), Kayu Ringin (tepatnya Radio El Gangga), Summarecon, Juanda, dan Kranji.

Baca juga: Wali Kota Tangerang Belum Izinkan Car Free Day Berkaca dari Jakarta

“Kami akan kerahkan 200 orang. Itu akan kita tempatkan personel sebanyak lima sampai enam orang per titiknya,” ujar Abi.

Abi menambahkan, petugas juga akan mengawasi pergerakan keluar masuk warga di area CFD.

Pihaknya akan membatasi jumlah warga yang berada di area CFD. Warga akan diminta menjaga jarak.

Baca juga: Ahli Epidemiologi Sarankan Pemprov DKI Tiadakan Car Free Day sampai Ada Vaksin Covid-19

“Paling utama masker, mereka wajib memakai masker, membawa hand sanitizer dan jaga jarak. Tentunya kalau ada yang bergerombol kita nanti akan pecah begitu, tidak boleh ada. Walaupun teman-teman juga tidak boleh. Bergerombol pasti adalah, namanya juga CFD. Tetapi kita akan berupaya agar bisa meminimalisir gerombolan ini,” ujarnya.

“Belum, besok mau dipastikan lagi terkait dengan jumlahnya (pembatasan orang ke area CFD). Karena kita berkewajiban menghitung yang masuk ada berapa. Kita akan stand by, kan anggota dari jam 05.00 nanti,” tambah dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Warga yang Dibuntuti Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro adalah Pegawai Pemprov DKI

Polisi: Warga yang Dibuntuti Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro adalah Pegawai Pemprov DKI

Megapolitan
Kasus Pencemaran Nama Baik Iwan Fals Dilimpahkan ke Polres Metro Depok

Kasus Pencemaran Nama Baik Iwan Fals Dilimpahkan ke Polres Metro Depok

Megapolitan
Sejumlah Lampu Jalan di Jakarta Selatan Mati, Ada yang Sudah Padam 9 Hari

Sejumlah Lampu Jalan di Jakarta Selatan Mati, Ada yang Sudah Padam 9 Hari

Megapolitan
Polisi Dikeroyok Geng Motor di Pondok Indah, Berawal dari Bubarkan Aksi Balap Liar

Polisi Dikeroyok Geng Motor di Pondok Indah, Berawal dari Bubarkan Aksi Balap Liar

Megapolitan
Bus Transjakarta Kecelakaan Terus, KNKT Mulai Investigasi 4 Hal

Bus Transjakarta Kecelakaan Terus, KNKT Mulai Investigasi 4 Hal

Megapolitan
Warga Tewas Tertabrak Busnya, PT Transjakarta: Korban Menyeberang Tiba-tiba lewat Sela Pagar

Warga Tewas Tertabrak Busnya, PT Transjakarta: Korban Menyeberang Tiba-tiba lewat Sela Pagar

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Buntuti Orang dengan Dalih Investigasi

Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Buntuti Orang dengan Dalih Investigasi

Megapolitan
Bendera hingga Posko Ormas di Kecamatan Kembangan Ditertibkan

Bendera hingga Posko Ormas di Kecamatan Kembangan Ditertibkan

Megapolitan
Serikat Pekerja Transjakarta: Layanan Menurun karena Perusahaan Utamakan Profit daripada SDM

Serikat Pekerja Transjakarta: Layanan Menurun karena Perusahaan Utamakan Profit daripada SDM

Megapolitan
Ganjil Genap Depok, Polisi Klaim Kemacetan di Jalan Margonda Raya Berkurang

Ganjil Genap Depok, Polisi Klaim Kemacetan di Jalan Margonda Raya Berkurang

Megapolitan
Pengusaha Pusat Perbelanjaan Sebut Pelonggaran PPKM Bawa Tren Positif

Pengusaha Pusat Perbelanjaan Sebut Pelonggaran PPKM Bawa Tren Positif

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dibatalkan, Pengusaha Mal Janji Tiadakan Acara yang Timbulkan Kerumunan

PPKM Level 3 Saat Nataru Dibatalkan, Pengusaha Mal Janji Tiadakan Acara yang Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Rombak Jadwal Sekolah di Tangsel, Murid Belajar Daring 20-31 Desember

Rombak Jadwal Sekolah di Tangsel, Murid Belajar Daring 20-31 Desember

Megapolitan
Banjir Rob di Muara Gembong, Warga: Ya Allah, dari Kamis Ora Surut, Tolongin, Bupati Ora Ada

Banjir Rob di Muara Gembong, Warga: Ya Allah, dari Kamis Ora Surut, Tolongin, Bupati Ora Ada

Megapolitan
Warga Tewas Tertabrak Transjakarta Menyebrang Lewat 'Jalur Tikus'

Warga Tewas Tertabrak Transjakarta Menyebrang Lewat "Jalur Tikus"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.