Wali Kota Bekasi Akui Alat Rapid Test dan PCR Mulai Menipis

Kompas.com - 02/07/2020, 07:13 WIB
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen mengatakan, stok alat pemeriksaan Covid-19 di daerah itu telah menipis.

Menurut dia, alat rapid test kini hanya bersisa sekitar 1.000 unit. Sementara, alat tes swab dengan meteode PCR sisa 2.000.

“Sekarang kami tinggal sedikit, stoknya tinggal 1.000-an rapid test. Kalau PCR mungkin ada 2.000-an lah. Kemarin masih ada 3.000 hingga 4.000 an,” kata Pepen di Bekasi, Rabu (1/7/2020).

Ia menjelaskan, alat pemeriksaan Covid-19 menipis lantaran pihaknya terus memeriksa warga Kota Bekasi secara acak. Namun, ia tak menyebut berapa orang yang diperiksa per hari.

Baca juga: UPDATE 1 Juli: 11 RW di Kota Bekasi Masih di Zona Merah Covid-19

Pepen menyebutkan, sejauh ini kasus Covid-19 Kota Bekasi tak pernah bertambah lebih dari 20 kasus.

“Kami kan jalan terus nih (tracing kasus Covid). Enggak berhenti-berhenti, setiap hari ada. Hari ini kami ketemukan (kasus Covid-19), lalu lima-enam hari dia negatif terus pulang. Nanti ada lagi (kasus) terus. Tapi tidak lebih dari 15 atau 20 (kasus), naik turun di angka 10 terus aja,” ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengklaim bahwa wilayahnya aman. Pasalnya, angka tingkat penularan (reproduction number) Covid-19 di Kota Bekasi kini di 0,51. Dengan angka 0,51, itu artinya dari satu kasus positif Covid-19 belum tentu akan menularkan penyakit itu ke orang lain. Sementara jika angkanya 1 misalnya, ada peluang besar pasien yang terpapar itu akan menularkan Covid-19 ke satu orang lain lagi.

Ia juga mengatakan, kasus baru Covid-19 selama pelonggaran PSBB tak pernah ditemukan di tempat hiburan atau tempat umum.

“Berarti kan kita sudah aman nih, ya kalau tingkat penularannya sudah rendah 0,51. Satu yang perlu disampaikan, jadi sejak kita melakukan adaptasi tatanan baru itu, belum ada orang yang ditemukan positif seumpananya di rumah makan maupun tempat hiburan itu yang terjangkit. Yang ada tadi, klaster keluarga, selalu di klaster keluarga,” kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng Ritase, PT APSD Bakal Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Gandeng Ritase, PT APSD Bakal Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Megapolitan
Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Komunitas Bike to Work Merespons

Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Komunitas Bike to Work Merespons

Megapolitan
ISSI DKI Minta Pembongkaran Jalur Sepeda Permanen Dipertimbangkan

ISSI DKI Minta Pembongkaran Jalur Sepeda Permanen Dipertimbangkan

Megapolitan
Andi Arief Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Ancaman di Media Sosial

Andi Arief Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Ancaman di Media Sosial

Megapolitan
Lurah Ciganjur Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Ditutup 2 Hari

Lurah Ciganjur Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Ditutup 2 Hari

Megapolitan
Plt Wali Kota Jaksel Sebut TNI AU Tawarkan Lakespra Dr Saryato sebagai Tempat Isoman

Plt Wali Kota Jaksel Sebut TNI AU Tawarkan Lakespra Dr Saryato sebagai Tempat Isoman

Megapolitan
Antisipasi Graha Wisata Ragunan Penuh, Pemkot Jaksel Siapkan Rusun Pasar Rumput

Antisipasi Graha Wisata Ragunan Penuh, Pemkot Jaksel Siapkan Rusun Pasar Rumput

Megapolitan
PPDB SD di Kota Tangerang Jalur Zonasi Dibuka, Posko bagi Orangtua yang Gaktek Disiapkan

PPDB SD di Kota Tangerang Jalur Zonasi Dibuka, Posko bagi Orangtua yang Gaktek Disiapkan

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik 159 Persen, Pemkot Tangerang Minta Kapasitas RS Ditambah

Kasus Covid-19 Naik 159 Persen, Pemkot Tangerang Minta Kapasitas RS Ditambah

Megapolitan
Update 16 Juni: Bertambah 9, Kini Ada 388 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Tangsel

Update 16 Juni: Bertambah 9, Kini Ada 388 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Rumah Makan di Serpong Tetap Buka Usai Tertimpa Pohon Tumbang, Pemilik: Tetap Semangat Sajalah

Rumah Makan di Serpong Tetap Buka Usai Tertimpa Pohon Tumbang, Pemilik: Tetap Semangat Sajalah

Megapolitan
Terjerat Kasus Narkoba, Musisi Anji Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Terjerat Kasus Narkoba, Musisi Anji Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Megapolitan
Dua Jalur Zonasi PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka Besok, Simak Tata Cara dan Syaratnya

Dua Jalur Zonasi PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka Besok, Simak Tata Cara dan Syaratnya

Megapolitan
Seorang Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Hendak Beraksi di Kalideres

Seorang Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Hendak Beraksi di Kalideres

Megapolitan
Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X