PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Kompas.com - 02/07/2020, 21:21 WIB
bPersonel TNI saat berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGbPersonel TNI saat berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta bakal menambah durasi jam sibuk bila jumlah penumpang kembali melonjak pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, saat ini durasi jam sibuk adalah dua jam pada pagi hari dan dua jam pada sore hari.

Namun, bila jumlah penumpang melonjak, maka akan ditambah durasi jam sibuk menjadi tiga jam sehingga akan menambah jumlah perjalanan kereta.

"Pick sekarang 2 jam di pagi dan sore. Pagi jam 7 sampai jam 9, sore jam 5 sampai jam 7. Kalau penumpang di atas 70.000, 3 jam di pagi hari dan 3 jam sore hari," ucap Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar dalam diskusi virtual, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Belum Ada Kasus, Dirut Yakin MRT Jakarta Aman dari Penularan Covid-19

Saat jam sibuk, jarak antarkereta pada hari kerja (weekdays) adalah 5 menit. Sedangkan, headway untuk jam non-sibuk pada hari kerja adalah 10 menit.

William menjelaskan, untuk saat ini jumlah penumpang terus merangkak naik seiring dengan pelonggaran PSBB.

Pada Selasa (30/6/2020), jumlah penumpang kereta MRT sebanyak 20.793 orang. Kemudian pada Rabu (1/7/2020), jumlah penumpang sebanyak 21.478 orang.

"Jadi angkanya mulai terus naik dan kita berharap seiring dengan masa transisi ini perpanjang lagi 2 minggu mudah-mudahan setelah 2 minggu masyarakat mulai bisa beraktivitas," jelasnya.

Perusahaan pelat merah ini menargetkan penumpang selama masa transisi akan mencapai 70.000 per hari.

"70.000 penumpang itu kita bisa pastikan antrean bisa dikelola dengan baik. Kalau sudah lebih dari itu kita akan tambah pick hour kita," tambah William.

Baca juga: 3 Hal yang Perlu Diingat Penumpang MRT Saat PSBB Transisi Jakarta

Ia mengklaim hingga saat ini kereta MRT dijamin aman karena tak ada kasus penularan Covid-19.

Menurut dia, hal ini menepis anggapan publik bahwa transportasi umum menjadi salah satu tempat yang rentan penyebaran Covid-19.

"Bagaimana menggunakan transportasi publik dengan aman dan memastikan transportasi publik aman. Karena ada image bahwa di transport publik mudah terpapar. Iya kalau protokol tidak dijalankan," ucap William.

Ia memastikan hingga saat ini kereta MRT tetap aman untuk digunakan oleh publik karena selalu menjalankan protokol kesehatan dengan benar.

Baca juga: Hal-hal yang Mesti Dipakai dan Dilakukan jika Terpaksa Naik KRL atau MRT

William mencontohkan dalam satu gerbong kereta hanya diisi oleh 62-67 orang dengan sistem jaga jarak.

"Maka MRT sampai saat ini tetap aman tidak ada kasus terpapar Covid -19 di MRT karena protokol kita terapkan dengan jelas," kata dia.

Tak hanya itu, William juga mencontohkan kereta di luar negeri seperti di Jepang, Manhattan, dan Hong Kong juga aman dari paparan Covid-19.

Padahal mobilitas penumpang juga cukup tinggi. Namun karena menerapkan protokol kesehatan dengan benar maka kasus penularan di MRT rendah bahkan tidak ada.

"Karena semua seperti kita secara disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, memastikan cuci tangan dan secara disiplin memastikan protokol kesehatan diberlakukan. Jika protokol kesehatan diberlakukan di mana pun tidak akan terpapar," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Mulai Naik, Ada Apa?

Megapolitan
KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

KPU Tangsel Sebut Pembukaan Kotak Suara Sudah Sesuai Aturan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Pemkot Bekasi Akui Kesulitan Pindahkan Tumpukan Sampah di Samping Tol Jorr Bekasi Barat

Megapolitan
Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Diperiksa Terkait Senjata Api Suaminya, Nindy Ayunda Diajukan 17 Pertanyaan

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

UPDATE 27 Januari: Pasien Berkurang, RS Wisma Atlet Rawat 3.785 Orang

Megapolitan
Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Penyanyi Nindy Kembali Diperiksa Polisi, Kali Ini Soal Kepemilikan Senjata Api Suaminya

Megapolitan
Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Bawaslu Tangsel Sesalkan KPU Buka Kota Suara Tanpa Perintah MK

Megapolitan
Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Beda PPKM di Jakarta Tahap I dan II yang Perlu Diketahui

Megapolitan
Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Megapolitan
Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X