Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Kompas.com - 11/07/2020, 16:21 WIB
Dua remaja yang ditangkap saat hendak tawuran di Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (11/7/2020) Humas Polres Jakarta Barat Dua remaja yang ditangkap saat hendak tawuran di Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (11/7/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkapan dua warga Tambora, SN (16) dan MS (16), lantaran kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit pada Sabtu (11/7/2020) dini hari.

Senjata tajam tersebut diduga akan dipakai untuk tawuran.

Penangkapan kedua remaja ini bermula ketika polisi sedang berpatroli. Tiba-tiba melintas sekelompok pemuda menggunakan kurang lebih 20 sepeda motor sambil berboncengan.

Beberapa orang dalam rombongan disebut membawa senjata tajam.

"Atas kejadian tersebut Buser Polsek Tambora melakukan pengejaran dan berhasil menangkap dua orang yang membawa senjata tajam jenis celurit, selanjutnya membawanya ke Mapolsek Tambora," kata Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Iver Son Manossoh saat dikonfirmasi, Sabtu.

Baca juga: Viral Video Tawuran di Johar Baru Kamis Pagi Tadi, Polisi Sebut Hoaks

Lebih lanjut Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suparmin mengungkap keterangan awal pemeriksaan dua remaja yang ditangkap.

Dari pengakuan keduanya, mereka akan melakukan tawuran untuk merespons kelompok Misterius Utara dari Penjaringan, Jakarta Utara yang melakukan live streaming di Instagram.

Kelompok ini diprovokasi kelompok Anak Geng Kebon Jeruk, Taman Sari, yang lebih dulu mengirim pesan dalam kolom komentar untuk mengajak tawuran.

"Kelompok Misterius Utara ini meminta bantuan kepada kelompok pelaku yang mengatasnamakan Sawah Lio untuk bergabung dalam aksi tawuran di lokasari Tamansari Jakarta Barat. Beberapa di antaranya membawa senjata tajam celurit," ucap Suparmin.

Berdasarkan keterangan kedua pelaku yang sudah diamankan, anggota King Serse Polsek Tambora langsung membubarkan kelompok yang akan melakukan tawuran.

"Kita masih mintai keterangan terhadap kedua remaja yang diamankan ini," kata Suparmin.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nonton 'Layar Tancap' dari Dalam Mobil di Kota Tangerang

Nonton "Layar Tancap" dari Dalam Mobil di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Jakut Wajibkan PNS Ikuti Rangkaian Upacara Bendera dari TV

Pemkot Jakut Wajibkan PNS Ikuti Rangkaian Upacara Bendera dari TV

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Susun Tahap Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

Disdik Kota Tangerang Susun Tahap Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang: Anak-anak Mulai Jenuh Belajar di Rumah

Disdik Kota Tangerang: Anak-anak Mulai Jenuh Belajar di Rumah

Megapolitan
Netizen Anteng Nonton Admin Grab Berbalas Pantun di Twitter

Netizen Anteng Nonton Admin Grab Berbalas Pantun di Twitter

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Warga Tak Gelar Lomba Panjat Pinang Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Minta Warga Tak Gelar Lomba Panjat Pinang Saat 17 Agustus

Megapolitan
Walkot Rahmat Effendy Perkirakan Alat Tes Covid-19 di Bekasi Cukup hingga Desember

Walkot Rahmat Effendy Perkirakan Alat Tes Covid-19 di Bekasi Cukup hingga Desember

Megapolitan
[UPDATE] Grafik 7 Agustus: Depok Zona Merah Nasional dengan 1.383 Kasus Covid-19

[UPDATE] Grafik 7 Agustus: Depok Zona Merah Nasional dengan 1.383 Kasus Covid-19

Megapolitan
Paskibra Upacara HUT Ke-75 RI di Jakarta Utara Hanya Tiga Orang

Paskibra Upacara HUT Ke-75 RI di Jakarta Utara Hanya Tiga Orang

Megapolitan
Ombudsman: Banyak Murid Titipan Setelah PPDB Depok Ditutup karena Kepsek Dapat Tekanan

Ombudsman: Banyak Murid Titipan Setelah PPDB Depok Ditutup karena Kepsek Dapat Tekanan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Penjual Bendera Merah Putih Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Pandemi Covid-19, Penjual Bendera Merah Putih Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Megapolitan
Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah

Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah

Megapolitan
Tetangga Terpapar Covid-19, Puluhan Warga Meruya Utara Swab Test

Tetangga Terpapar Covid-19, Puluhan Warga Meruya Utara Swab Test

Megapolitan
Pembakar Rumah di Ciputat Ditangkap, Motifnya karena Urusan Asmara

Pembakar Rumah di Ciputat Ditangkap, Motifnya karena Urusan Asmara

Megapolitan
Bekasi Deflasi 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Bekasi Deflasi 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X