Kompas.com - 28/07/2020, 15:22 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok, Mohammad Idris menerbitkan surat tugas untuk sejumlah kepala dinas dan camat untuk hadir dalam helatan bertajuk "Great Leaders - Great Team - Great Result", Selasa (28/7/2020).

Acara yang disebut berupa seminar itu rencananya bakal digelar di luar Depok, tepatnya di salah satu hotel di Sentul Kabupaten Bogor.

Dalam surat tugas bernomor 800 / 8301 BKPSDM itu, para kepala dinas dan camat yang diundang diminta tidak digantikan oleh pihak lain.

Baca juga: Ini Komentar Idris dan Pradi soal Pecah Kongsi di Pilkada Depok 2020

Idris mengakui adanya kegiatan itu. Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut resmi dan tujuannya selaras dengan yang tertera dalam surat tugas.

“Itu (acara tentang) wawasan, tentang masalah manajemen dan kepemimpinan. Isi kegiatannya ya memberikan wawasan kepada mereka. Tanya BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM)," ujar Idris singkat, Selasa siang.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala BKPSDM Kota Depok, Supian Suri mengatakan, acara tersebut murni seminar dalam hubungannya dengan persiapan para ASN dan organisasi perangkat daerah (OPD) menyambut new normal.

“Itu acara penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi menghadapi kebiasaan normal baru,” kata Supian melalui pesan singkat, Selasa.

Baca juga: Idris Mengaku Didukung 5 Parpol, Segera Deklarasi Hadapi Pilkada Depok

Namun, acara ini kemudian jadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Isu netralitas ASN menjadi fokus pengawasan, sebab Idris kemungkinan besar akan mencalonkan diri lagi sebagai wali kota pada Pilkada Depok 2020 nanti.

“Kami akan cek langsung ke sana dalam rangka memastikan isi acara tersebut sesuai dengan isi surat. Jika memang itu agenda pemda (pemerintah daerah) tentunya itu kewenangan pemda untuk menggelar kegiatan yang dipandang perlu. Peran kami untuk memastikan kegiatan tersebut tidak disalahgunakan," beber Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana, Selasa.

“Ini hal menarik dan jadi bahasan juga secara nasional, karena sangat dimungkinkan petahana melakukan manuver-manuver konsolidasi di luar wilayah Depok," lanjutnya.

Baca juga: Pilkada Depok 2020 Disebut Jadi Ujian Berat untuk PKS

Sementara itu, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno berpandangan bahwa netralitas ASN dalam pemilu yang melibatkan petahana selalu jadi isu.

Oleh karenanya, ia mewanti-wanti bahwa kegiatan-kegiatan yang menyangkut ASN dengan calon petahana layak disoroti.

"Penetrasi ke birokrasi dan ASN pasti dilakukan (oleh calon petahana, di mana pun). Tentu dengan cara-cara yang soft dan tidak diketahui," kata dia, Selasa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penginapan di Tebet Jadi Tempat Prostitusi Anak, Plt Wali Kota: Bisa Disegel Satpol PP

Penginapan di Tebet Jadi Tempat Prostitusi Anak, Plt Wali Kota: Bisa Disegel Satpol PP

Megapolitan
Pengemudi Porsche Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kamera ETLE

Pengemudi Porsche Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kamera ETLE

Megapolitan
Kasus Prostitusi Online Anak di Tebet, Polisi Dalami Keterlibatan Pemilik Penginapan

Kasus Prostitusi Online Anak di Tebet, Polisi Dalami Keterlibatan Pemilik Penginapan

Megapolitan
Mayat Ditemukan Membusuk di Cideng, Kondisi Setengah Bugil dan Luka Bakar

Mayat Ditemukan Membusuk di Cideng, Kondisi Setengah Bugil dan Luka Bakar

Megapolitan
PT KAI Sebut Tak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Senen dan Gambir

PT KAI Sebut Tak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Senen dan Gambir

Megapolitan
Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Megapolitan
Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Megapolitan
KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

Megapolitan
Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Megapolitan
Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

Megapolitan
Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Megapolitan
Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Megapolitan
Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X