Pelayanan Dokumen Kependudukan di Mal Kembali Dibuka, Warga Tangsel Bisa Cetak Sendiri

Kompas.com - 01/08/2020, 16:03 WIB
Ilustrasi KTP elektronik. Tribunnews.comIlustrasi KTP elektronik.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terus meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) untuk warga Tangerang Selatan di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya dengan kembali dibukanya pelayanan cetak dukumen kependudukan dengan anjungan dukcapil mandiri (ADM) di mal seperti Teras Kota, Living Word hingga Bintaro Plaza, Tangsel.

Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan mengatakan, dokumen kependudukan yang dapat dicetak masyarakat saat ini antara lain, KTP elektronik dan kartu identitas anak ( KIA).

"Saat ini baru 75 (kuota) per-hari untuk KTP dan KK. Mau (tambah) 100 masih pandemi Covid-19. Jadi dua mal (Teras Kota dan Living Word) 150 per hari. Kalau BP (Bintaro Plaza) belum untuk KTP," kata Dedi saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2020).

Dedi menjelaskan, untuk pencetakan KIA yang ada di Bintaro Plaza itu bisa mencapai 100 kuota dalam satu hari.

Baca juga: Anjungan Dukcapil Mandiri di Teras Kota Diresmikan, Warga Tangsel Bisa Cetak E-KTP Sendiri

Disdukcapil pun telah menyiapkan protokol kesehatan bagi masyarakat yang ingin mencetak dokumen kependudukan sendiri di tiga mal yang tertera adanya pelayanan itu.

"Kalo di mal SOP ketat, antrian kan jaga jarak kemudian cek suhu hingga cuci tangan," katanya.

Disdukcapil menargetkan akan mencetak 3000 adminduk baik yang berada di mal maupun kantor dinas setiap harinya untuk warga Tangerang Selatan.

Dokumen kependudukan itu juga dikirimkan melalui ojek online guna menghindari penularan wabah Covid-19.

"Dengan ojek online insya Allah dari kuota total 1000 bisa menjadi 3000," kata Dedi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diperiksa Polisi, Anji Diminta Jelaskan Tujuan Konten Wawancara dengan Hadi Pranoto

Diperiksa Polisi, Anji Diminta Jelaskan Tujuan Konten Wawancara dengan Hadi Pranoto

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Dikeroyok dan Ditusuk di Pondok Pinang

Seorang Remaja Tewas Dikeroyok dan Ditusuk di Pondok Pinang

Megapolitan
Pemerkosa di Bintaro Teror Korbannya dengan Foto Tak Senonoh Lewat Instagram

Pemerkosa di Bintaro Teror Korbannya dengan Foto Tak Senonoh Lewat Instagram

Megapolitan
Hampir 80 Persen Penumpang KRL Telah Bertransaksi Non Tunai

Hampir 80 Persen Penumpang KRL Telah Bertransaksi Non Tunai

Megapolitan
Kronologi Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Kronologi Petugas Diusir dan Dipaksa Lepas APD Saat Makamkan Pasien Probable Covid-19 di Bekasi

Megapolitan
IPW Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Kinerja Polres Tangsel Tangani Kasus Pemerkosaan

IPW Minta Kapolda Metro Jaya Evaluasi Kinerja Polres Tangsel Tangani Kasus Pemerkosaan

Megapolitan
Satu Pegawai Diduga Positif Covid-19, Giant Margo City Tetap Beroperasi

Satu Pegawai Diduga Positif Covid-19, Giant Margo City Tetap Beroperasi

Megapolitan
Pelanggar PSBB di Kota Tangerang Menurun, tapi Kasus Covid-19 Meningkat

Pelanggar PSBB di Kota Tangerang Menurun, tapi Kasus Covid-19 Meningkat

Megapolitan
UPDATE 9 Agustus: 28 RW dan 20 Kelurahan Zona Merah di Kota Bekasi

UPDATE 9 Agustus: 28 RW dan 20 Kelurahan Zona Merah di Kota Bekasi

Megapolitan
Polres Bandara Soetta Tangkap Calon Penumpang yang Pakai Surat Palsu Bebas Covid-19

Polres Bandara Soetta Tangkap Calon Penumpang yang Pakai Surat Palsu Bebas Covid-19

Megapolitan
Buka Saat PSBB, Karaoke Masterpiece di Mangga Besar Terancam Disegel

Buka Saat PSBB, Karaoke Masterpiece di Mangga Besar Terancam Disegel

Megapolitan
 RS Azra Kota Bogor Bantah 10 Pegawainya Terpapar Covid-19

RS Azra Kota Bogor Bantah 10 Pegawainya Terpapar Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Bekasi: Bertambah 27 Kasus, 30 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Bekasi: Bertambah 27 Kasus, 30 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Ini Alasan First Travel Ajukan PK untuk Aset yang Dirampas Negara

Ini Alasan First Travel Ajukan PK untuk Aset yang Dirampas Negara

Megapolitan
Hari Pertama Sanksi Tilang Ganjil Genap, Tak Ada Lonjakan Antrean Penumpang di Stasiun Bogor

Hari Pertama Sanksi Tilang Ganjil Genap, Tak Ada Lonjakan Antrean Penumpang di Stasiun Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X