Kompas.com - 04/08/2020, 14:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ady Wira Bhakti mengatakan, berkas perkara kasus kepemilikan barang palsu dengan tersangka Putra Siregar sudah dilimpahkan ke Pengandilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (30/7/2020) pekan lalu.

Kasus itu akan disidangkan pada Senin pekan depan. "Diperkirakan sidang hari Senin depan," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa ini.

Kini, Putra sudah menjadi tahanan. Namun Ady tidak tahu apakah dia ditahan atau menjadi tahanan kota.

Selama pelengkapan berkas di kejaksaan, Putra Siregar hanya berstatus tahanan kota.

"Tahanan kota 20 hari, tapi sebelum 20 hari kurang dari seminggu sudah dilimpahkan ke PN," kata dia.

Putra Siregar ditetapkan sebagai tersangka oleh Bea Cukai lantaran diduga menjual telepon genggam ilegal kepada masyarakat.

Baca juga: Berkas Perkara Sudah Dilimpahkan ke PN Jaktim, Putra Siregar Segera Disidang

Hal tersebut  dibenarkan Kasie Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Ricky M Hanafie saat dikonfirmasi pada 28 Juli lalu.

Hanif menjelaskan, perkara yang melibatkan pengusaha asal Batam itu berawal dari laporan masyarakat yang diterima Bea Cukai tahun 2017. Kala itu, pihaknya dapat informasi bahwa barang yang dijual Putra Siregar di toko miliknya, yaitu PS Store, di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, ilegal.

Setelah melalui proses penyidikan, Putra Siregar ditetapkan sebagai tersangka tetapi tidak dilakukan penahanan.

Sebanyak 190 handphone yang diduga ilegal disita Bea Cukai dari tokonya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penumpukan Penumpang di Sejumlah Halte Transjakarta, JakLingko Pastikan Mesin 'Tap In-Tap Out' Tidak Rusak

Penumpukan Penumpang di Sejumlah Halte Transjakarta, JakLingko Pastikan Mesin "Tap In-Tap Out" Tidak Rusak

Megapolitan
Pos Pantau Cipinang Hulu Siaga 3, BPBD DKI: Warga Bantaran Sungai  di 11 Wilayah Diminta Waspadai Banjir

Pos Pantau Cipinang Hulu Siaga 3, BPBD DKI: Warga Bantaran Sungai di 11 Wilayah Diminta Waspadai Banjir

Megapolitan
Sengaja Cari Musuh, 5 Remaja di Penjaringan Pilih dan Bacok Korban secara Acak

Sengaja Cari Musuh, 5 Remaja di Penjaringan Pilih dan Bacok Korban secara Acak

Megapolitan
Banjir di Perumahan Cipayung Mas hingga 60 Cm, BPBD Tangsel Siagakan Perahu Karet

Banjir di Perumahan Cipayung Mas hingga 60 Cm, BPBD Tangsel Siagakan Perahu Karet

Megapolitan
Pintu Air Pesanggrahan Siaga 3, BPBD DKI Jakarta: Air Bakal Sampai ke PA Cengkareng Drain 4,5 Jam ke Depan

Pintu Air Pesanggrahan Siaga 3, BPBD DKI Jakarta: Air Bakal Sampai ke PA Cengkareng Drain 4,5 Jam ke Depan

Megapolitan
Hujan Deras Selasa Sore, 7 Ruas Jalan dan 2 Kelurahan di Jakarta Tergenang Banjir hingga 1 Meter

Hujan Deras Selasa Sore, 7 Ruas Jalan dan 2 Kelurahan di Jakarta Tergenang Banjir hingga 1 Meter

Megapolitan
DPD Golkar Belum Tentukan Sanksi untuk Wakil Ketua DPRD Depok yang Suruh Sopir Truk 'Push Up'

DPD Golkar Belum Tentukan Sanksi untuk Wakil Ketua DPRD Depok yang Suruh Sopir Truk "Push Up"

Megapolitan
Wajah Baru Terminal Penumpang Pelabuhan Muara Angke Usai Direvitalisasi dan Diresmikan Anies

Wajah Baru Terminal Penumpang Pelabuhan Muara Angke Usai Direvitalisasi dan Diresmikan Anies

Megapolitan
Polisi Sudah Terima Foto Lesti Kejora Luka Lebam pada Wajah, Tangan, hingga Kaki

Polisi Sudah Terima Foto Lesti Kejora Luka Lebam pada Wajah, Tangan, hingga Kaki

Megapolitan
Soal Penumpukan di Halte Transjakarta, JakLingko Akan Perluas Sosialisasi Kewajiban 'Tap In' dan 'Tap Out'

Soal Penumpukan di Halte Transjakarta, JakLingko Akan Perluas Sosialisasi Kewajiban "Tap In" dan "Tap Out"

Megapolitan
Kala Dewi Meratapi Lapak Jualan Sekaligus Tempat Tinggalnya Selama 27 Tahun Digusur Paksa

Kala Dewi Meratapi Lapak Jualan Sekaligus Tempat Tinggalnya Selama 27 Tahun Digusur Paksa

Megapolitan
Polda Metro: Buat Laporan Palsu seperti Konten 'Prank' Baim Wong Melawan Hukum

Polda Metro: Buat Laporan Palsu seperti Konten "Prank" Baim Wong Melawan Hukum

Megapolitan
Kota Tangerang Dilanda Hujan Petir sejak Siang, Ini Peringatan Dini BMKG

Kota Tangerang Dilanda Hujan Petir sejak Siang, Ini Peringatan Dini BMKG

Megapolitan
Begini Konten 'Roasting' Komika Mamat Alkatiri yang Diduga Menghina Hillary

Begini Konten "Roasting" Komika Mamat Alkatiri yang Diduga Menghina Hillary

Megapolitan
Bukan 'Stick Cone', B2W Nilai Beton Paling Ideal Jadi Pembatas Jalur Sepeda di Jakarta

Bukan "Stick Cone", B2W Nilai Beton Paling Ideal Jadi Pembatas Jalur Sepeda di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.