Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Kompas.com - 05/08/2020, 15:53 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok Kompol Wadi Sabani menyatakan, jajarannya telah memeriksa lima saksi terkait tewasnya seorang perempuan di apartemen Margonda Residence 5, Selasa (4/8/2020) malam kemarin.

"Sudah kami periksa lima saksi, dari pihak sekuriti apartemen, penanggung jawab kamar, maintenance," ujar Wadi kepada Kompas.com, Rabu.

"Selain itu dari pihak keluarga juga sudah ada yang diperiksa, yaitu kakak korban," tambah dia.

Wadi menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan lima orang saksi tersebut, dugaan polisi bahwa korban dibunuh semakin kuat.

Baca juga: Perempuan Ditemukan Tewas di Margonda Residence, Diduga Dibunuh

Korban telah ditemukan tewas dalam keadaan tidak wajar, yakni tangan dan kakinya diikat serta mulutnya dilakban. Posisi badan telungkup di atas ranjang.

Polisi juga menemukan luka di belakang kepala serta kening korban dan sebuah palu di kamar tempat kejadian tersebut semalam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbekal hasil sementara olah TKP (tempat kejadian perkara) serta pemeriksaan saksi, Wadi mengeklaim bahwa jajarannya sudah menemukan petunjuk identitas terduga pelaku pembunuhan itu.

"Tim kami masih melaksanakan penyelidikan. Sudah ada tanda-tanda yang mengarah (kepada identitas terduga pelaku)," ujarnya.

Sembari melanjutkan penyelidikan, polisi juga masih menunggu hasil otopsi jenazah korban.

Baca juga: Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Saat ini, jenazah korban masih diotopsi di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

"Hasilnya mudah-mudahan nanti sore keluar dari rumah sakit," ujar Wadi.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 4 Diperpanjang, Masih Banyak Pengendara Tak Bawa STRP di Pos Penyekatan Kalimalang

PPKM Level 4 Diperpanjang, Masih Banyak Pengendara Tak Bawa STRP di Pos Penyekatan Kalimalang

Megapolitan
Wali Kota Imbau Warga Jakarta Utara yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi di Rusun Nagrak

Wali Kota Imbau Warga Jakarta Utara yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi di Rusun Nagrak

Megapolitan
 Uji Coba Fitur Baru dalam Situs Vaksinasi, Pemkot Tangerang Akui Masih Ada Kendala

Uji Coba Fitur Baru dalam Situs Vaksinasi, Pemkot Tangerang Akui Masih Ada Kendala

Megapolitan
Pasien Isoman Meninggal di Jakpus Kebanyakan Tinggal di Wilayah Padat Penduduk

Pasien Isoman Meninggal di Jakpus Kebanyakan Tinggal di Wilayah Padat Penduduk

Megapolitan
Polisi Tangkap Satu dari Empat Pemuda Mabuk yang Keroyok Sebuah Keluarga di Ciputat

Polisi Tangkap Satu dari Empat Pemuda Mabuk yang Keroyok Sebuah Keluarga di Ciputat

Megapolitan
1,2 Juta Warga Jaktim Telah Divaksinasi Covid-19

1,2 Juta Warga Jaktim Telah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Penghasilan Selama PPKM, Pekerja Seni Badut Rela Jual Cincin Kawin untuk Baju Sekolah Anak

Tak Ada Penghasilan Selama PPKM, Pekerja Seni Badut Rela Jual Cincin Kawin untuk Baju Sekolah Anak

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Polda Metro Ingatkan Masyarakat Tetap Kurangi Mobilitas

PPKM Level 4 Diperpanjang, Polda Metro Ingatkan Masyarakat Tetap Kurangi Mobilitas

Megapolitan
Update 25 Juli, 30 Warga Kota Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Update 25 Juli, 30 Warga Kota Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 3.929 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 3.929 Orang

Megapolitan
Menyorot Tambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19 DKI

Menyorot Tambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19 DKI

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Dibuka, Pedagang hingga Pengunjung Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Pasar Tanah Abang Dibuka, Pedagang hingga Pengunjung Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Megapolitan
Tak Lagi Pakai STRP, Ini Syarat Penumpang Kereta Api Jarak Jauh

Tak Lagi Pakai STRP, Ini Syarat Penumpang Kereta Api Jarak Jauh

Megapolitan
Semua OTG yang Ditampung Pulih, Masjid KH Hasyim Asyari Tutup Sementara Layanan Isolasi

Semua OTG yang Ditampung Pulih, Masjid KH Hasyim Asyari Tutup Sementara Layanan Isolasi

Megapolitan
DPRD Anjurkan Pemkot Bekasi Pakai Silpa untuk Bayar Utang Insentif Tenaga Kesehatan

DPRD Anjurkan Pemkot Bekasi Pakai Silpa untuk Bayar Utang Insentif Tenaga Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X