Perjuangan Deasy, Narik Ojol Ditemani Anak demi Sambung Hidup

Kompas.com - 07/08/2020, 15:51 WIB
Deasy Monika Hutasoit saat ditemui di kediamannya di kawasan Ceger, Jakarta Timur, Kamis (5/8/2020) KOMPAS.COM/WALDA MARISONDeasy Monika Hutasoit saat ditemui di kediamannya di kawasan Ceger, Jakarta Timur, Kamis (5/8/2020)
|


JAKARTA,KOMPAS.com - Perjuangan Deasy Monika Hutasoit (43) sebagai pengemudi ojek online sekaligus menjadi tulang punggung keluarga agaknya cukup berat.

Sebab, seorang diri ia harus menghidupi dua anaknya, Bintang Febrianto yang kini masuk bangku kuliah dan Aurora Kirana yang saat ini menginjak sekolah menengah pertama.

Pergi pagi buta dan pulang larut malam, hampir setiap hari dia lakoni untuk mencari rupiah. Kata dia, penghasilan yang didapatkan tak seberapa, bahkan kadang kurang.

Situasi makin tak bersahabat ketika pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia awal Maret 2020. Order penumpang semakin sepi membuat pemasukan menipis.

Baca juga: Ojol Perempuan di Bekasi Lawan Begal, Ini Cerita Korban Merebut Celurit

Sehari-hari Deasy hanya menerima orderan antar barang.

Kadang jarak barang yang mau diantar jauh, kadang juga dekat. Itu pun tidak setiap hari dia dapat.

Tak jarang juga putra sulungnya, Bintang Febrianto ikut membantu mengantarkan barang. Bintang tak segan menemani orangtuanya bekerja mengantar barang menggunakan motor. Dia hanya ingin memastikan sang ibunda aman dan selamat sampai tujuan.

“Karena ancaman kejahatan. Aku khawatir kalau sendirian kita enggak bisa lihat situasi kanan kiri kan, karena untuk pengamanan makanya dia hanya nemenin duduk tok,” kata Deasy saat ditemui di kediamanya di kawasan Ceger, Jakarta Timur, Kamis (5/8/2020).

Bintang hanya menemani ibunya pergi ketempat yang jauh dan saat malam hari. Seperti yang pernah ia lakukan ketika mengantar barang ke kawasan Tanggerang, Kemayoran dan beberapa tempat lain.

Baca juga: Mengenal Sosok Monica Soraya yang Adopsi 6 Bayi dari Keluarga Tak Mampu

“Kalau jalanan kan enggak macet, justru karena jalanan sepi itu saya khawatir,” terang dia.

Sesekali Bintang juga menawarkan diri untuk bergantian mengendarai motor. Namun, Deasy menolak tawaran itu.

Mungkin Deasy tidak mau membagi Ielah dengan sang anak. Dia tidak mau anaknya lelah karena pekerjaanya, dia hanya ingin Bintang lelah karena belajar sebagaimana kewajibannya saat ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakut dan TNI Bersihkan Lumpur di Sungai Cegah Banjir

Pemkot Jakut dan TNI Bersihkan Lumpur di Sungai Cegah Banjir

Megapolitan
Pelayanan Diprotes Blogger Trinity, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Pelayanan Diprotes Blogger Trinity, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Megapolitan
Motif Tersangka Lakukan Pemerasan untuk Rapid Test di Bandara Soetta karena Inginkan Uang Lebih

Motif Tersangka Lakukan Pemerasan untuk Rapid Test di Bandara Soetta karena Inginkan Uang Lebih

Megapolitan
Kemenkumham Sebut Belum Ditemukan Keterlibatan Petugas Lapas atas Kaburnya Cai Changpan

Kemenkumham Sebut Belum Ditemukan Keterlibatan Petugas Lapas atas Kaburnya Cai Changpan

Megapolitan
Tepergok, Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli agar Bisa Makan

Tepergok, Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli agar Bisa Makan

Megapolitan
UPDATE 27 September: Tambah 1.186 Kasus di Jakarta, Total 1.692 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 27 September: Tambah 1.186 Kasus di Jakarta, Total 1.692 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Plh Sekda Minta Endapan Lumpur di Saluran Air Segera Dikeruk

Antisipasi Banjir, Plh Sekda Minta Endapan Lumpur di Saluran Air Segera Dikeruk

Megapolitan
13 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, Denda Terkumpul Rp 282 Juta

13 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, Denda Terkumpul Rp 282 Juta

Megapolitan
Kecelakaan di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Usai Terbentur Tiang Monorel

Kecelakaan di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Usai Terbentur Tiang Monorel

Megapolitan
Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

Megapolitan
Sudah 13 Hari, Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang Belum Juga Ditemukan

Sudah 13 Hari, Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang Belum Juga Ditemukan

Megapolitan
Layani Pembeli Makan di Tempat, 3 Tempat Makan di Tebet Ditutup Tiga Hari

Layani Pembeli Makan di Tempat, 3 Tempat Makan di Tebet Ditutup Tiga Hari

Megapolitan
Tak Ada Penambahan TPS, Pilkada Tangsel Jadwalkan Jam Datang untuk Pemilih

Tak Ada Penambahan TPS, Pilkada Tangsel Jadwalkan Jam Datang untuk Pemilih

Megapolitan
Tabrak Trotoar dan Tiang, Remaja Tewas di Gambir

Tabrak Trotoar dan Tiang, Remaja Tewas di Gambir

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Kali Mampang Dikeruk

Antisipasi Banjir, Kali Mampang Dikeruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X