Jumlah Satpol PP Tak Memadai, Anies Diminta Beri Insentif ke RT/RW untuk Pengawasan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 09/08/2020, 21:19 WIB
Anggota Komisi B Gilbert Simanjuntak di Komisi B, DPRD DKI, Senin (3/2/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIAnggota Komisi B Gilbert Simanjuntak di Komisi B, DPRD DKI, Senin (3/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD Fraksi PDI-P Gilbert Simanjuntak meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi insentif bagi RT dan RW untuk mengawasi protokol kesehatan di tengah masyarakat.

Menurut Gilbert, sumber daya yang dimiliki DKI saat ini tak memadai untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat.

"Dia (Anies) tidak mampu melakukan pengawasan, Satpol PP tidak cukup. Lalu apa yang cukup? Yaitu RT/RW kasihlah insentif ke mereka," kata Gilbert saat dihubungi Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

Baca juga: Jokowi: Kunci Pengendalian Covid-19 Ada di Tingkat RT/RW

Selain itu, Gilbert menuturkan, RT/RW hendaknya diberi wewenang untuk menindak pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan yamg terjadi di lingkungan.

Saat ini, Pemprov memang memiliki gugus tugas hingga ke level RT/RW. Namun, efektivitasnya masih perlu dipertanyakan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dugaan-dugaan penyebaran Covid-19 dari pasien yang isolasi mandiri sering terdengar. Selain itu, pelanggaran protokol kesehatan seperti penggunaan masker sudah lumrah terjadi di permukiman padat penduduk.

Dengan pemberian insentif, kata Gilbert, tentu akan menimbulkan rasa tanggung jawab lebih bagi pejabat RT/RW terkait pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di wilayahnya.

"RT/RW itu mesti diberdayakan, enggak bisa hanya mengandalkan 'Kami sudah melakukan tes sekian banyak, hasilnya segala macam'. Mereka harus diberdayakan untuk mengawasi di bawah dalam jangka panjang," ujar Gilbert.

Baca juga: Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Ia kemudian menyampaikan, Pemprov DKI terlalu banyak menggelontorkam uang untuk melakukan pengetesan. Namun, pengetesan itu terasa percuma tanpa ada tindak lanjut sehingga jumlah pasien positif terus bertambah.

Adapun Jakarta kembali mencatatkan jumlah penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi pada Sabtu (8/8/2020), dengan 721 kasus baru. Positivity rate dari total warga yang menjalani tes usap atau swab test pun sangat tinggi, yakni 7,4 persen.

Dengan begitu, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga Sabtu mencapai 25.242 orang.

Dari jumlah tersebut, 15.710 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 934 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 6.914 spesimen.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng Ritase, PT APSD Bakal Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Gandeng Ritase, PT APSD Bakal Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Megapolitan
Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Komunitas Bike to Work Merespons

Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Komunitas Bike to Work Merespons

Megapolitan
ISSI DKI Minta Pembongkaran Jalur Sepeda Permanen Dipertimbangkan

ISSI DKI Minta Pembongkaran Jalur Sepeda Permanen Dipertimbangkan

Megapolitan
Andi Arief Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Ancaman di Media Sosial

Andi Arief Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Ancaman di Media Sosial

Megapolitan
Lurah Ciganjur Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Ditutup 2 Hari

Lurah Ciganjur Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Ditutup 2 Hari

Megapolitan
Plt Wali Kota Jaksel Sebut TNI AU Tawarkan Lakespra Dr Saryato sebagai Tempat Isoman

Plt Wali Kota Jaksel Sebut TNI AU Tawarkan Lakespra Dr Saryato sebagai Tempat Isoman

Megapolitan
Antisipasi Graha Wisata Ragunan Penuh, Pemkot Jaksel Siapkan Rusun Pasar Rumput

Antisipasi Graha Wisata Ragunan Penuh, Pemkot Jaksel Siapkan Rusun Pasar Rumput

Megapolitan
PPDB SD di Kota Tangerang Jalur Zonasi Dibuka, Posko bagi Orangtua yang Gaktek Disiapkan

PPDB SD di Kota Tangerang Jalur Zonasi Dibuka, Posko bagi Orangtua yang Gaktek Disiapkan

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik 159 Persen, Pemkot Tangerang Minta Kapasitas RS Ditambah

Kasus Covid-19 Naik 159 Persen, Pemkot Tangerang Minta Kapasitas RS Ditambah

Megapolitan
Update 16 Juni: Bertambah 9, Kini Ada 388 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Tangsel

Update 16 Juni: Bertambah 9, Kini Ada 388 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Rumah Makan di Serpong Tetap Buka Usai Tertimpa Pohon Tumbang, Pemilik: Tetap Semangat Sajalah

Rumah Makan di Serpong Tetap Buka Usai Tertimpa Pohon Tumbang, Pemilik: Tetap Semangat Sajalah

Megapolitan
Terjerat Kasus Narkoba, Musisi Anji Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Terjerat Kasus Narkoba, Musisi Anji Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Megapolitan
Dua Jalur Zonasi PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka Besok, Simak Tata Cara dan Syaratnya

Dua Jalur Zonasi PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka Besok, Simak Tata Cara dan Syaratnya

Megapolitan
Seorang Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Hendak Beraksi di Kalideres

Seorang Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Hendak Beraksi di Kalideres

Megapolitan
Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X